Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sri Rahayu Semangati Siswa Paket C di Cilamaya Kulon

Monday, November 30, 2020 | 10:44 WIB Last Updated 2020-11-30T03:44:51Z
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina semangati warga belajar paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Asolahiyah Dusun Wagirsari Desa Pasirukem Kecamatan Cilamaya Kulon, Senin (30/11). Disela-sela sosialisasi 4 Pilar di Paud Al Bayan, Dewan Partai Golkar ini mengapresiasi semangat wirausaha dan keterampilan yang menjadi keunggulan PKBM yang biasanya mengelola Paket A, B dan C. 


"Kalian harus tinggi memiliki cita-cita ya, jadi wirausahawan dan pengusaha. Jangan mau jadi pekerja ke orang lain terus ya? Ingat, Lembaga pendidikan dan guru yang berhasil itu adalah saat kita kembali ke masyarakat seperti apa, apakah mampu berkontribusi manfaat, karena keberhasilan bukan di ukur dari latar belakang sekolahnya, " Kata Sri. 

Ia menambahkan, PKBM ini selalu di identikam dengan pengelolaan paket A, B dan C, tetapi kenyataannya keterampilan yang di wujudkan yayasan Asholahiyah ini luar biasa, selain warga belajarnya mampu memproduksi puluhan ribu makser saat pandemi, juga mampu mengelola limbah-limbah plastik dan daur ulang yang bermanfaat. Sejauh mana, sebut Sri keterampilan yang dimiliki siswa paket ini berkembang, apakah link and match dengan perusahaan seperti dengan perusahaan otomotif hingga supermarket. "Jadi kalau seperti ini saya melihat gelagat usaha dari lulusan Paket C ini sangat tinggi. Ini harus didorong optimal, " Katanya. 

Sepanjang yang ia tahu, sambung Sri, SMA/SMK sampai saat ini masih jadi penyumbang pengangguran terbanyak. Alasannya, karena SMK/SMA itu masih kurang optimal di perhatikan pemerintah dari sisi alat dan teknologinya sebagai bahan ajar, sehingga mempengaruhi keterampilan para lulusannya. Oleh karenanya, ia berharap di PKBM ini semakin bagus berketerampilannya dan bisa mendongkrak para lulusannya berwirausaha dan jadi pengusaha. "Lulusan SMA/SMK itu jadi penyumbang pengangguran terbanyak selama ini. Sebab, pemerintah selama ini jarang hadir untuk memberikan fasilitas kelengkapan alat yang memadai di SMK/SMA, " Ujarnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE
CLOSE