Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Basarnas Langsung Isolasi Petugas Operasi Sriwijaya Air yang Reaktif

Friday, January 15, 2021 | 00:28 WIB Last Updated 2021-01-14T17:28:45Z

Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman MS menyebut, petugas operasi Sriwijaya Air yang tes rapid antigennya reaktif akan langsung dites swab oleh petugas kesehatan. Tidak cuma itu, mereka juga harus menjalani isolasi.

"(Bagi yang reaktif) langsung di-swab, kemudian langsung diisolasi, kan prosedurnya begitu. Tidak boleh lagi berkeliaran di sini. Langsung diisolasi, tidak boleh berkegiatan lagi di sini," ujar Rasiman di JICT II, Kamis (14/1/2021).

Rasiman mengungkapkan Basarnas juga membuka pelaksanaan tes rapid antigen bagi semua pihak di JICT II. Selain Basarnas, ada juga beberapa instansi lain yang membuka pelayanan tes rapid antigen di JICT II.

"Dua hari yang lalu kan saya sampaikan bahwa silakan kalau yang mau melaksanakan rapid antigen kita siapkan di belakang untuk mengetes apakah saya ini terpapar atau tidak. Untuk kebaikan kita bersama," ujarnya.

"Jangan pernah menganggap bahwa diri kita sehat. Makanya ada namanya OTG (orang tanpa gejala). Makanya saya yang kayak gini-gini jangan terlalu lama kita," tambahnya.

Foto: Basarnas

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Diduga, pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut mengangkut 62 orang, terdiri dari 40 penumpang dewas, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, serta 12 kru pesawat.

Bagi keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan SJY 182, bisa menghubungi hotline Sriwijaya Air di nomor 021 806 37817. Ada juga posko di Terminal 2D kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta juga membuka saluran khusus insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dan layanan psikologi bagi keluarga korban, dengan nomor hotline 0812 3503 9292.***

×
Berita Terbaru Update
CLOSE
CLOSE