Notification

×

Iklan


Iklan

Beredar Isu Manula di Cilamaya di Telantarkan, Ini Fakta Sebenarnya !

Monday, February 15, 2021 | 16:31 WIB Last Updated 2021-02-15T09:31:21Z
Media sosial memang begitu cepat di serap dan sampai aksesnya ke masyarakat. Bukan saja urusan keluarga, pemerintahan hingga keagamaan yang di upload, tetapi juga urusan sosial. Baru-baru ini, beredar informasi di jejaring sosial adanya Manula bernama Kakek Sukri (74) yang tinggal seorang diri di tanggul Dusun Kebon 1 RT 04/01 Desa Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan. Masih dalam narasi jejaring sosial grop, rumah Kakek Sukri kebanjiran sampai masuk rumahnya dan membuat alas tidurnya basah, bahkan, anaknya disebut-sebut tidak memiliki kemampuan untuk membantu atau merawatnya.

Beredar Kabar Manula di Cilamaya di Telantarkan, Faktanya di Ungkap PSM dan Kades di Rumah Anaknya

Kondisi Kakek Sukri, sangat rapuh karena usia, dan kakinya cacat (pernah patah), sehingga untuk berjalan harus dibantu dengan kursi plastik sebagai penyangga. Lebih dari itu, narasi keprihatinan Kakek Sukri diungkap dramatis di jejaring FB, bahwa kakek yang hobi koleksi ular ini, konon tidak makan jika tidak ada yang memberinya makan, atau tidak ada yang diminta tolong untuk membeli makan.

Tempat tinggalnya pun hanya memiliki satu bohlam lampu penerangan (bantuan dari rumah di seberang saluran), tidak memiliki daun pintu, dan tidak ada MCK. Hidupnya, ditemani 8 ekor kucing dan 1 ekor anjing yang tidur satu amben dengan Pak Sukri.

Pak Sukri mengaku tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), tidak memperoleh bansos, dan belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.


Menyikapi narasi manula tersebut, Kades Tegalsari Awang Wibisono mengklarifikasi bersama PSM setempat. Faktanya, Pemerintah desa bicara langsung dengan anaknya soal kondisi sebenarnya Kakek Sukri, hasilnya memang kakek Sukri sendiri tidak mau pindah ke rumah anaknya, meskipun di bujuk agar pindah karena kondisi rumah dan lokasi yang tidak baik, dari keterangan anaknya, Kakek Sukri tetap ngotot keukeuh tidak mau di relokasi pindah bersama anaknya. Diakui Awang, anaknya Kakek Sukri juga bingung harus bagaimana, karena berulangkali di bujuk pindah, tetap tidak mau. Memang, dia (Sukri_red) diakui Awang, tinggal sendiri, tidur sendiri. Ketika sakit, anaknya juga tak jarang membujuknya untuk berobat ke Klinik/Rumah Sakit, tapi pak Sukri tetap ngotot tidak mau, dan memilih diobati dengan obat warung biasa saja. "Bukan saja anakny, keponakannya bernama Kokom yang rumahnya dekat,  juga sering membujuk untuk berpindah, tapi tetap tidak mau, " Katanya. 

Jadi, sebutnya, keterangan yang menyebutnya ingin di jemput keluarga, sudah dilakukan jauh-jauh hari dan faktanya memang Kakek Sukri tetap tidak mau berpindah. "Klarifikasi ini sudah saya sampaikan ke Kecamatan, dan lainnya, langsung dari anak Kakek Sukri yang perempuan, " Ungkapnya. (Rd)
X
X