Kendalikan Covid-19, Kapolsek Tempuran Dorong Fungsi Posko Desa Berjalan

Posko Desa pengendalian Covid-19, dominan berjalan sebatas istilah dan simbolik dalam bentuk spanduk-spanduk, namun fungsi setiap divisi tidak optimal berjalan di desa-desa.

AKP Rigel Suhkaso SH, Kapolsek Tempuran mengatakan, kampung tangguh sudah wajib dilaksanakan di seluruh Indonesia. PPKM Mikro itu, sebutnya, objeknya adalah tingkat RT, ini adalah peran serta kepedulian posko desa sesuai instruksi Mendagri. 
Ketika fisik posko sudah ada, harus di gerakan dan di fungsikan termasuk strukturnya, dimana divisinya ada 4 fungsi yaitu pembinaan, pencegahan, penanganan dan sarana prasarana. 
"Saya prihatin saat cek di Desa masih ada yang belum terapkan dan berjalan posko desanya, mana strukturnya, cara penanganan dan datanya. Ternyata tidak bergerak, kecuali hanya sebatas posko desa saja, tapi gak jalan fungsinya, " Sesal Kapolsek. 

Pihakmya mengajak, agar semua perintah dari atas, di laksanakan di lapangan. Setiap desa harus semangat berlomba jadi pilot projeck melindungi masyarakatnya. Jika tidak terjadi perubahan di desa khususnya bagi kades-kades baru, ia tegaskan ini lemah. 

Kegiatan Pembinaan Penguatan PPKM Muspika Kepada Para Kades di Tempuran

"Semoga harapan semua, Tempuran ini bisa jadi contoh. Saat wilayah lain bertanya kapan covid berakhir, Tempuran harus sudah menjawab jadi zona hijau, seperti halnya Apresiasi Bupati saat sekolah tatap muka yang menjadikan Tempuran sebagai lokasi monitoringnya, " Ungkapnya. (Rd)

Post a comment

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya
×
Berita Terbaru Update
X
X