Pupuk Subsidi Aman dan Harga Gabah di Atas HPP, Petani : Mentan Bohong !


Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo membuat pernyataan yang tidak bisa diterima petani begitu saja saat kunjungan panen raya dan cheking Gudang RNI di Desa Telarsari Kecamatan Jatisari, Jumat kemarin (2/4). Pernyataan yang menyebut pupuk bersubsidi aman dan harga gabah diatas HPP, di sesalkan sejumlah petani karena dianggap meng" enteng" kan fakta di lapangan. 

"Mana yang subsidi, kok saya gak kebagian. Masih sulit di dapat, ujungnya mayoritas dapat yang non subsidi. Hoax gak yang ini (Pupuk subsidi aman_red), " Kata Petani Cilamaya Wetan, H Jaja Jalaludin kepada pelitakarawang.com


Senada diungkapkan Petani asal Pasirtanjung, H Anwar, menurutnya harga gabah memang diatas HPP, tapi habis dengan ongkos produksi dan oknum calo. Panen perdana, sebutnya hanya di banderol harga Rp4.000 perkilogram gabah, bahkan bisa dibawah itu, sudah begitu keluhnya, pembayarannya juga di hutang. "Gabahnya juga murah, sudah murah, eh di hutang pula, bila perlu naikin standar HPP itu diatas Rp4,2 ribuan mah, " Sarannya. 

Sementara petani asal Parakan Kecamatan Tirtamulya, Yaya mengatakan, luas lahan sawahnya 2 hektar dan bertahun-tahun dirinya memilih mengontrakkan (sewa) ke orang lain. Sebab, jika menggarap, modal dengan hasil panen, hanya selisih tipis saja dan tidak banyak menguntungkan baginya. Selain Pupuk, obat dan biaya jasa traktor hingga rontok yang semakin melangit, harga gabah juga sering di banderol rendah dewasa ini. "Saya mah pilih sewakan sawah saja, digarap mah untungnya sedikit terus sih, " Ungkapnya.
Pupuk Subsidi Masih dianggap Sulit Petani dan Harga Gabah di Banderol Rendah di Karawang

Menyikapi itu, Wakil Ketua DPRD Karawang H Deden Rachmat, mengatakan, pejabat hanya sebatas seremonial kunjungan dan menerima informasi di satu pihak. Kenyataannya, di lapangan, pupuk subsidi yang terbatas dan sulit di dapat masih terjadi. Bahkan soal serapan gabah, ia rasa justru kalau tanpa calo dan tangkulak, rasanya serapan gabah petani itu selalu mandeg. Apalagi, maraknya oknum calo yang memangkas harga berlebihan, membuat harga standar HPP, juga habis lagi untuk kembalikan modal petani. "Serapan gabah tanpa calo dan tangkulak, gak bakalan laku tuh gabah. Harga rendah di banting pula oleh oknum calo, habis sudah, " Ungkapnya. (Rd)

Post a comment

Berita Sebelumnya Berita Selanjutnya
×
Berita Terbaru Update
X
X