Iklan

Penyebab Sebenarnya Covid-19 Jadi Melonjak Naik, Disebut Salahnya Pemerintah Bukan Salah Mudik Lebaran

Redaktur
Saturday, 19 June 2021, 03:08 WIB Last Updated 2021-06-18T20:08:10Z

Puncak kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat dan melonjak tajam selama 10 hari terakhir. Hal ini dikarenakan perkembangan mutasi virus Covid dari India.

Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk menghentikan sementara kegiatan yang tidak perlu untuk menghapus kasus Covid-19 di tanah air.

Menurut Masdalina Pane selaku Ketua Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), peningkatan jumlah pasien terjangkit Covid-19 dalam 10 hari terakhir memiliki tingkat mutasi yang lebih tinggi dibandingkan varian eksitasi pada 2020.

"Dalam situasi ini sebaiknya tidak boleh ada mobilitas lanjutan, terlebih di bulan depan umat Islam akan merayakan lebaran Idul Adha. Sebaiknya dilakukan pengetatan kembali untuk mencegah lonjakan lebih besar," kata Masdalina Pane, sebagaimana dikutip dari Antara.

Menurutnya, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang saat ini berkembang adalah varian Delta 1617.2 yang berasal dari India.

Katanya, bermutasi atau menyebar lebih cepat meskipun virulensi atau keganasannya relatif lebih rendah.

Foto ilustrasi

Juru bicara wabah juga mengatakan puncak Covid-19 bukan dampak dari mudik lebaran.

Lonjakan Covid-19 sebenarnya terjadi karena ketidak mampuan pemerintah melakukan pencegahan, yang mengakibatkan masuknya varian India dan Afrika ke Indonesia.

"Lonjakan ini harus disebut kebobolan karena banyak orang masuk ke Indonesia dari luar negeri dengan ketentuan karantina hanya lima hari. Padahal, seharusnya 14 hari berdasarkan ketentuan masa optimum inkubasi dan ini menjadi standar organisasi kesehatan dunia (WHO)," tutur Masdalina Pane.

Masdalina Pane juga mengatakan puncak ini mengindikasikan transmisi lokal.

Artinya, sebagian besar orang yang terdampak Covid-19 tidak bepergian ke luar negeri, melainkan terkena varian baru.

Sebelumnya, Masdalina Pane mengapresiasi pemerintah melalui kepolisian telah berhasil menekan mobilitas penduduk selama periode Idul Fitri.

Dari 35 juta orang yang biasanya pulang, hanya 1,5 juta yang mudik pulang kampong ke tujuan.

Masdalina Pane yang juga pegawai di Dinas Kesehatan ini menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M.

Di atas segalanya, hindari keramaian, baik dalam kegiatan sosial masyarakat biasa maupun kegiatan olahraga dalam waktu dekat.***



Silahkan Komentar Anda

Tampilkan


Berita Terkini


Kilas Pendidikan



Berita Seputar Desa

DEWAN KARAWANG

+

PERTANIAN

+

DUNIA OLAHRAGA

+
X
X
×
BERITA UTAMA TERKINI