Menteri KP Imbau Masyarakat Nelayan Ikuti Vaksinasi COVID-19

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengimbau masyarakat nelayan untuk mengikuti program vaksinasi sebagai upaya melindungi diri dari virus COVID-19. Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, Bali, Jumat (30/7/2021).

Pihak pelabuhan menggelar vaksinasi untuk masyarakat nelayan sekitar beserta keluarganya. Imbauan vaksin ini bukan hanya untuk nelayan Jembrana, tapi di seluruh Indonesia.

"Vaksin ya bapak dan ibu, biar sehat. Nanti yang kedua jangan dilewatkan. Saya juga sudah vaksin, dua kali," imbau Menteri Trenggono di lokasi.

Ada sekitar 500 orang yang menjalani vaksin hari ini di PPN Pengambengan. Disamping vaksin, pihak pelabuhan juga membagikan paket sembako kepada masyarakat nelayan sebagai bentuk dukungan di masa pandemi COVID-19.

Tak sebatas mengimbau untuk ikut vaksin, Menteri Trenggono meminta masyarakat nelayan untuk mengenakan masker, khususnya saat berkegiatan di luar rumah. Ini dia sampaikan karena melihat masih banyak nelayan yang tidak mengenakan masker beraktivitas di sekitar pelabuhan.

"Tolong ya pakai masker, menjaga badan tetap sehat itu penting. Tolong ya tolong pakai masker," tegasnya.

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang turut serta mendampingi Menteri Trenggono menambahkan, program vaksinasi di wilayahnya sudah menyasar 87 persen masyarakat. Penuntasannya akan segera dikebut.

"Kita kebut terus vaksinasi. Di sini sudah 87 persen," tambahnya.

Sementara itu, terkait kunjungan kerja di PPN Pengambengan, Menteri Trenggono memastikan segera melakukan perbaikan fasilitas agar pelabuhan tersebut menjadi lebih modern dan maju. Pembangunan infrastruktur dan penambahan fasilitas akan dimulai pada 2022.

"Mudah-mudahan 2022 bisa segera dimulai, sehingga ada satu pusat pelabuhan perikanan modern dan bersih (di Bali). Ini bagian dari show case terdepan karena ini daerah wisata," ungkap Menteri Trenggono.

Beberapa persoalan yang ada di PPN Pengambengan diantaranya pendangkalan kolam pelabuhan, rusaknya infrastruktur jalan hingga kurangnya sumber daya manusia. Jika dilakukan revitalisasi, produksi perikanan dari yang tadinya 19.446 ton per tahun menjadi 36.931 ton per tahun. Ikan tangkapan yang mendominasi selama ini ikan Lemuru.

Volume ekspor pun ditargetkan meningkat dari 864 ton menjadi 6.544 ton. Kemudian penyerapan tenaga kerjanya pun akan lebih banyak, dari yang tadinya 4.000an orang menjadi sekitar 23.000 orang.

"Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Jembrana bisa meningkat, nelayan juga bagus kesejahteraannya, angka tenaga kerja bertambah," pungkasnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Trenggono juga berdialog dengan nelayan dan pedagang ikan yang sehari-hari beraktivitas. Dia juga melihat langsung produk-produk perikanan, salah satunya ikan kaleng yang dihasilkan oleh unit pengolahan ikan di area pelabuhan.**rls

0 Komentar

X
X