Iklan

Hadapi Puncak Kemarau dan Awal Musim Hujan 2021, BNPB Gelar Kesiapan Peralatan TIK

Redaktur
Wednesday, 18 August 2021, 10:53 WIB Last Updated 2021-08-18T03:55:10Z

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan mengadakan kegiatan gelar kesiapan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Gudang Logistik BNPB, Sentul, Jawa Barat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan seluruh alat TIK yang dimiliki BNPB dalam menghadapi puncak kemarau dan awal musim hujan 2021.

"Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus ini," kata Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Selasa (17/8/2021).

Dampaknya, kata Muhari, bencana hidrometeorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan akan mengalami kenaikan angka kejadian.

Pada kesempatan tersebut, ada lima perangkat TIK yang dipersiapkan antara lain Mobil Komunikasi Satelit (Komob), Fly Away, ACU 1000, Radio Codan, dan eLTE Rapid System.

Muhari menjelaskan, fungsi dari teknologi tersebut antara lain untuk menyediakan koneksi internet, radio komunikasi, dan interkoneksi perangkat komunikasi.

"Beberapa teknologi tersebut sudah tersebar ke daerah, salah satunya Mobil Komunikasi Satelit. Mobil tersebut sudah tersedia di seluruh 34 BPBD tingkat provinsi di Indonesia," ujar dia.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan melatih kesiapan sumber daya manusia atau personil yang akan bertugas mengoperasikan peralatan TIK tersebut dalam misi penanggulangan bencana.

Menurut dia, komunikasi menjadi hal krusial pada saat situasi tanggap darurat. Teknologi komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam penyampaian informasi bencana, dimana jaringan komunikasi sering kali terputus. Sehingga dibutuhkan teknologi yang memadai, cepat, dan tepat serta pelibatan berbagai pihak terkait.

TIK ini diharapkan dapat digunakan dan diimplementasikan untuk mempercepat penanganan tanggap darurat bencana. Salah satunya untuk mengirimkan data dan situasi riil di lapangan.(df).



Silahkan Komentar Anda

Tampilkan


Berita Terkini


Kilas Pendidikan



Berita Seputar Desa

DEWAN KARAWANG

+

PERTANIAN

+

DUNIA OLAHRAGA

+
X
X
×
BERITA UTAMA TERKINI