Iklan

Ribuan Petani Ikuti Vaksin "Silih Tulungan" di Cilamaya Wetan Karawang

Redaktur
Monday, 16 August 2021, 17:35 WIB Last Updated 2021-08-16T10:35:08Z

Disaksikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Ir. Dadan Hidayat, ribuan petani di Desa Muarabaru dan Rawagempol Wetan Kecamatan Cilamaya Wetan, ikuti vaksinasi Covid_19. Dengan target 2.000 dosis di Karawang, vaksinasi yang di selenggarakan Komisi Pemulihan Daerah (KPD) lintas instansi ini, antusias di ikuti masyarakat Karawang di Cilamaya, Senin (16/8). 

Kepala Dinas Pertanian Karawang Ir Hanafi Chaniago mengatakan, vaksinasi di Karawang terus di lakukan di lintas sektor paska launching sentra vaksin silih tulungan Pemprov Jabar. Pihaknya di Dinas Pertanian, di berikan kuota 2.000, begitupun di instansi lainnya seperti Dinas Koperasi/UMKM, Dinas Kelautan dan Perikanan hingga Pesantren, termasuk vaksinasi Karyawan di Kawasan Industri saja mencapai 22 ribu. Khusus vaksinasi Petani ini, pihaknya sepakat menggelar di Dua Desa di Cilamaya Wetan, yaitu Rawagempol Wetan dan Muarabaru. Hari ini sebut Hanafi, setengah hari data yang masuk saja sudah 1.000 terdiri dari Desa Rawagempol Wetan 700 dosis dan Muarabaru 300 dosis. "Data yang masuk langsung di laporkan ke Pemprov Jawa Barat. Sebelumnya kita berikan arahan juga kepada para penyuluh pertanian untuk vaksinasi ini agar para petani di giring, wal hasil nampaknya memang yang hadir begitu banyak lebih dari 2.000, " Katanya.

Peserta Vaksin di Cilamaya dapat Sembako


Kepala Dinas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Ir. Dadan Hidayat, mengatakan, kegiatan vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dari launching Gubernur saat percepatan vaksinasi di Kawasan Suryacipta dengan istilah vaksin Jabar Silih Tulungan. Kalau tidak salah, sebut Dadan, Gubernur saat itu menjatah Karawang sebanyak 20 ribu dosis vaksin dan kemudian di klaster dianataranya untuk pertanian sebanyak 2.000. "Kita arahkan kegiatan vaksinasi ini sampai pukul 17.00 Wib agar terserap sesuai target, " Katanya kepada Pelitakarawang.com.

Peserta Vaksin di Cilamaya Saat antri untuk mendapatkan vaksinasi

Vaksinasi Jabar Silih Tulungan ini sambung Dadan, merupakan upaya Gubernur Ridwan Kamil melakukan percepatan vaksinasi karena memiliki target sekitar 37 juta dari total penduduk Jawa Barat sekitar 50 jutaan. Sementara Kementrian Kesehatan (Kemenkes) baru alokasikan 10 juta di Jabar, dan sisanya dibantu lewat percepatan sentra vaksinasi silih tulungan ini, maka sambung Dadan munculah vaksinasi jabar silih tulungan. "Melihat antusias masyarakat tani, kami apresiasi dan semoga bisa penuhi target, " Ungkapnya. 

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jawa Barat Ipong Witono mengatakan, untuk tahap pertama Sentra Vaksinasi Silih Tulungan berlangsung di Kawasan Industri Surya Cipta, Kabupaten Karawang, dan sudah diresmikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Senin (09/08/2021). 
"Sentra Vaksinasi Silih Tulungan selanjutnya akan hadir di Kabupaten Subang, Kota Depok, dan Kabupaten Sukabumi. Keempat daerah tersebut dipilih karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Jabar," ucapnya.

Menurut Ipong, kawasan pertumbuhan ekonomi ini merupakan tulang punggung ekonomi Jawa Barat. Salah satunya kawasan industri yang menyumbang 18 persen kontribusi ekspor nasional nonmigas, oleh karena itu harus diproteksi dengan vaksinasi bagi para pelaku ekonominya.

"Sentra vaksinasi itu merupakan upaya proteksi di kawasan pertumbuhan ekonomi untuk meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi dari pandemi COVID-19.  Apalagi, Jawa Barat merupakan salah satu sentra pertumbuhan ekonomi nasional yang strategis. Pemulihan ekonomi Jabar akan memberi dampak signifikan bagi pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.

Ipong menjelaskan, sentra vaksin ini tidak hanya diperuntukan bagi pelaku industri saja, tetapi juga diperuntukkan bagi pelaku UMKM dan sektor-sektor informal, seperti pedagang pasar. Sesuai kalimat Silih Tulungan, bahwa setiap warga adalah aktor pelaku pemulihan ekonomi sehingga harus dilakukan semua pihak. 

"Dari 2.000 dosis per hari,  40% diperuntukan bagi pekerja, pelaku UMKM di sekitar kawasan industri, nelayan, dan petani. Sedangkan 60% lainnya diperuntukan untuk masyarakat sekitar kawasan pertumbuhan ekonomi," ujarnya. (Rd)


Silahkan Komentar Anda

Tampilkan


Berita Terkini


Kilas Pendidikan



Berita Seputar Desa

DEWAN KARAWANG

+

PERTANIAN

+

DUNIA OLAHRAGA

+
X
X
×
BERITA UTAMA TERKINI