Colek Cellica, Proyek Wisata Glamping Puncak Sempur di Sentil Dedi Mulyadi

Proyek wisata alam Glamour Camping (Glamping) di kawasan Puncak Sempur, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang menimbulkan kekhawatiran masyarakat, penghuni hutan dan pencinta lingkungan.

Pasalnya, proyek wisata ini dibangun di atas puncak bukit dengan cara memangkas pohon yang ada di sekitar lahan. Kabarnya, lahan yang dibangun ini merupakan milik pribadi sang pengusaha.

Pembangunan proyek wisata Glamping ini juga sempat didatangi oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, Dedi Mulyadi. Seperti dilihat di kanal youtube miliknya pada Rabu (1/9).

Dalam video itu, Dedi mengaku kaget saat melihat langsung lokasi proyek wisata yang justru bisa membahayakan masyarakat yang ada di bawah bukit saat musim hujan. Proyek ini dianggap bisa menimbulkan longsor, banjir dan bencana lain yang membahayakan warga.

“Ini proyek apa pak? rawan longsor loh pak ini di puncak terus tanahnya dikupas, udah ada izin belum, bosnya siapa sih?,” tanya Dedi kepada seorang pria di lokasi proyek.

“Ini masih tanah milik (pribadi) pak,” jawab pria tersebut.

Menurut Dedi, proyek wisata ini sangat berpotensi menimbulkan bencana terutama saat musim hujan. Apalagi, kata dia, proyek dikerjakan dengan cara memangkas pohon dan tanaman yang ada di sekitar.
Dedi Mulyadi Saat Meninjau Proyek Glaming Puncak Sempur Tegalwaru yang Beredar di Kanal YouTube nya

Rasa kaget Dedi kembali bertambah saat mengetahui proyek tersebut ternyata belum memiliki izin dari pemerintah daerah setempat. Hal itu diakui oleh seorang pegawai bahwa izin masih dalam proses pengajuan.

“Kalau nanti ada hujan besar biasanya melorot, batu besar aja kebawa apalagi batu tempel. Mudah-mudahan pemda ambil tindakan. Buat Teh Celli (Bupati Karawang) yah tolong ini dilihat kalau sudah jadi bencana semua orang kena,” tandas Dedi.

Dedi meminta agar royek wisata glamping ini dievaluasi dan dihentikan sebelum memiliki izin resmi dari pemerintah.

“Karena ini tanah milik perusahaan, kewenangannya ada di pemda. Kalau tanah Perhutani sudah saya sikat,” tegas Dedi. (Rd)

0 Komentar

X
X