Iklan

Dua Srikandi Pendidikan Kesetaraan PKBM Assolahiyah Ini, Banjir Penghargaan di HUT Karawang 388

Redaktur
Wednesday, 15 September 2021, 09:13 WIB Last Updated 2021-09-15T02:13:25Z

HUT Karawang ke 388 tahun ini bisa jadi menjadi momen sangat berarti bagi keluarga besar PKBM Assolahiyah. Sebab, dua perempuan hebat dari PKBM ini mendapat penghargaan sekaligus dari pemerintah kabupaten Karawang, Selasa (14/9).
Dua Perempuan Hebat dari PKBM Asolahiyah Cilamaya Ini Banjir Penghargaan di HUT Karawang 388

Siti Marini, sebagai salah satu pengelola dan tutor PKBM Assolahiyah tercatat sebagai salah satu peraih apresiasi pegiat perempuan tingkat nasional. Lomba yang bertemakan pengembangan ekonomi kreatif ini, memberikan apresiasi Karya nyata yang telah dilakukan Siti Marini, diantaranya membentuk kelompok usaha dan pemberdayaan ekonomi keluarga dan kawasan rumah pangan lestari. Dia, juga merupakan figur perempuan yang berhasil membentuk jasa Kurir lokal yang kini sudah sangat terkenal  ditempatnya yaitu Cilamaya.

"Mudah-mudahan apa yang sudah saya lakukan memotivasi pegiat pendidikan untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat lainnya, pemberdayaan ekonomi merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung berbagai aspek kemajuan bangsa kita". Tutur Rini sapaan akrab ibu dari dua anak ini.


Selain Rini, turut menerima penghargaan di PKBM Asolahiyah ini adalah designer cilik Indonesia akeyla Naraya, warga belajar pendidikan kesetaraan Paket A.
Dia mendapat penghargaan karena dikenal dengan prestasinya dalam berbagai karya yang sudah di pamerkan di luar negeri seperti di Kota Moscow Rusia. Karyanya juga di kembangkan dengan membuat batik Karawang dengan pewarna alami (batik nalam).

"Akeyla ini adalah contoh nyata generasi muda panutan, yang fokus dengan minat bakatnya sesuai dengan visi misi pendidikan kesetaraan, " Ungkap Ketua PKBM Assolahiyah Heru Saleh bangga. 

Saat ini Siti marini bersama akeyla berkomitmen untuk bersama memberdayakan masyarakat Karawang. Insyaallah dalam waktu dekat ini, pihaknya akan berkolaborasi menciptakan produk shitik, akronim dari shibori-batik. Karena di PKBM Assolahiyah ini, pihaknya fokus pada pengembangan lifeskill warga belajar menjahit dan unit usaha kami adalah konveksi, jadi sudah waktunya PKBM Assolahiyah membuat produk yang lain dari yang lain dengan tetap fokus memberdayakan warga sekitar", ungkapnya. (Rd)


Silahkan Komentar Anda

Tampilkan


Berita Terkini


Kilas Pendidikan



Berita Seputar Desa

DEWAN KARAWANG

+

PERTANIAN

+

DUNIA OLAHRAGA

+
X
X
×
BERITA UTAMA TERKINI