Prihatin, Wakil Gubernur Jabar Tinjau Sungai Cilamaya "Hitam" Berbau Bareng Fordas

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau langsung kondisi sungai Cilamaya di Dusun Cipancuh Desa Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan, Senin (4/10). Di dampingi Kepala Dinas LH Jawa Barat dan Karawang, Mantan Bupati Tasikmalaya ini terperangah melihat kondisi sungai yang melintasi Purwakarta, Subang dan Karawang ini. Selain mendengarkan masukan dan progres penanganan bersama komunitas Fordas Cilamaya, Wagub Uu juga melakukan sidak ke beberapa perusahaan yang di duga membuang limbah ke sungai yang hilirnya ke laut Muara Cilamaya tersebut. 

Wagub Jabar Saat Meninjau Aliran Sungai Cilamaya berlimbah di Cipancuh Desa Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan


"Kita nanti koordinasikan lagi dengan oknum perusahaan terkait, karena ini jelas sudah merugikan masyarakat di sepanjang bantaran kali Cilamaya. Pemda lintas daerah terkait juga kita diharapkan selalu aktif memonitor perkembangan sungai ini. Insha Allah, kita berupaya lebih keras lagi mewujudkan sungai yang lebih bersih dan tidak asal buang limbah ke lokasi ini, " Kata Wagub Uu.

Kepala Dinas LHK Karawang, Wawa. Setiawan mengatakan, sungai Cilamaya ini, hulunya dari Kabupaten Purwakarta sekitar 95 km dan 57 kilometer  diantaranya melewati Karawang dan Subang. Kemudian, sudah terdeteksi ada sekitar 14 perusahaan industri terduga yang mencemari sungai Cilamaya sampai hitam dan berbau ini, mayoritas perusahaan tersebut sambung Wawan, semuanya ada di Purwakarta - Subang, dan hanya satu di Karawang. 

Wagub Jabar Saat Meninjau Aliran Sungai Cilamaya berlimbah di Cipancuh Desa Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan


"Kita sampaikan bahwa upaya yang dilakukan dengan provinsi sudah dilakukan hingga Pemrov juga sudah memunjuk satgas yang anggotanya dari Fordas Cilamaya, namun sungai Cilamaya sejauh ini terus saja di cemari oleh berbagai perusahaan, " Ujarnya. 

Korban terdampak limbah sungai cilamaya, Ade Fatimah mengatakan, dirinya punya tambak ikan bandeng dan udang sekitar 2,5 hektar ditahun 2008, kala itu limbah sungai Cilamaya sudah ada dan cenderung terjadi di musim kemarau dan akhir tahun. Selain berbau, air yang terkontaminasi limbah itu juga sering terbawa air rob laut yang membuat tambaknya terdampak, sehingga setiap kali limbah air itu masuk ke petambakan di Tanah Timbul, maka udang jenis bago maupun paname dan udang laut mati, begitupun dengan ikan bandeng sering tidak tumbuh normal. 

"Merugi terus air limbah sungai Cilamaya ini bukan saja mencemari sungainya tapi juga tambak-tambak di muara Cilamaya sangat kami rasakan, " Ujarnya. 

Makin kesini, sebutnya bukannya semakin berkurang limbahnya, tapi justru semakin parah, selain airnya hitam pekat, juga sangat berasa baunya menyengat saat tersapu angin ke pemukiman warga. 

"Dari dulu bukannya semakin membaik, limbahnya malah semakin parah. Jadi kesannya semakin banyak di sidak, kok seperti semakin sengaja perusahaan pembuang limbah ini, " Keluhnya. 

Hadir dalam peninjauan sungai Cilamaya tersebut, Camat Cilamaya Wetan Basuki Rachmat, Kapolsek dan Danramil Cilamaya berikut Satgas BPBD setempat. (Rd)

0 Komentar

X
X