×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Revitalisasi Maqom Syekh Quro Rp30 Milyar, Emak Sri : Tinggal di Kawal Saja !

26 Okt 2021 | Selasa, Oktober 26, 2021 WIB Last Updated 2021-10-26T07:36:08Z
Rencana revitalisasi komplek Maqom syekh Quro sudah berdengung hampir 5 tahun terakhir. Selain kontur ragam bangunan panembahan yang semakin lapuk, wisata sejarah yang selalu di target Rp50 juta retribusi pertahun ke Kas Pemkab sebelum Pandemi ini, mulai di lirik serius Pemprov Jawa Barat ditahun 2022 mendatang. 
Anggota DPRD Jabar Saat di Komplek Maqom Syekh Quro Pulobata, Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang


Rombongan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, sudah menegok komplek Maqom waliyullah asal Campa bernama asli Syekh Hasanudin dan Syekh Bentong/Darugem tersebut baru - baru ini.

"Iya dianggarkan Rp30 Milyaran, itu yang masuk anggaran provinsi Jawa Barat dan sudah masuk. Tingal di pastikan untuk di kawal saja sampai benar-benar realisasi, " Kata Anggota DPRD Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina, Senin (25/10).

Pegawai Desa Pulokalapa, Amud mengatakan, rencana revitalisasi komplek Maqom syekh Quro, diakuinya sudah berlangsung sejak hampir 5 tahun terakhir. Dengan berbagai kendala dan dinamika, baik internal maupun eksternal realisasinya selalu gagal. Namun, dengan kedatangan anggota DPRD Jawa Barat yang juga wakil dari Karawang Hj Sri Rahayu Agustina ini, sedikit bisa membawa secercah harapan untuk bisa mengawal anggaran dan realisasinya ditahun 2022 mendatang. 

"Tahun ini, sebutnya, konon memang sudsh direncanakan revitalisasi itu masuk, namun belum muncul besaran anggarannya. Namun, kepastian itu terjawab ada diangka Rp30 milyaran dan diharapkan bisa realisasi ditahun depan, " Ujarnya. 

Sejauh ini, sambungnya sangat mafhum jika ada yang menyoroti lapuknya kontruksi bangunan maupun arsitektur lawas yang terkesan kurang terurus. Sebab, jangankan berpikir revitalisasi yang DED nya sudah dilayangkan beberapa tahun terakhir, perawatannya saja harus berjibaku karena pandemi Covid_19 hampir dua tahun terakhir menyurutkan pengunjung surut ziarah ke komplek makam. 

"Kami punya Perdes, restribusi juga jelas dan alokasinya juga digunakan sesuai aturan, namun karena pandemi, banyak yang merosot hasilnya. Yang kita harap sekarang ini, revitalisasi bisa segera realisasi tahun depan supaya lebih tertata dan perawatan semakin optimal, " Ungkapnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS