Mentan Dapatkan Keluhan Pemilik Kios di Karawang Akibat Ketidaksesuaian Pendistribusian Pupuk Subsidi

Pemilik kios pupuk di Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), mengeluhkan pendistribusian pupuk bersubsidi yang tidak sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK) kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Saat panen Raya di Rawameta Karawang


Acim Mulyana, pemilik Kios Koperasi Harapan Tani Tempuran mengeluhkan hal tersebut kepada Mentan saat kegiatan panen raya di Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Sabtu.

"Tolong nanti diselidiki ya pak Kapolsek," kata Syahrul yang langsung menjawab pertanyaan Acim.

Selanjutnya, Acim yang juga sebagai pengurus Gapoktan Kelompok Silih Asih itu mengatakan jika setiap musim tanam para petani di kelompoknya itu selalu kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi.

"Ketika ke distributor, kami selalu tidak sesuai dengan RDKK yang diajukan. Mereka beralasan karena ada pengurangan," katanya.

Selain itu, Acim juga mengaku kalau pupuk subsidi selalu datang terlambat, tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jadi terkadang pupuk datang saat petani sudah lewat membutuhkan pupuk.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Karawang, Mentan mendorong agar Karawang menjadi model pertanian modern yang bisa tiga kali panen dalam semusim atau setahun.

"Kita harus bisa membuat negeri ini panen tiga kali. Kita rumuskan yuk. Saya mau Kecamatan Rawamerta di Karawang ini menjadi contohnya pertanian hebat di Jawa Barat," katanya.

Ia menginginkan agar areal sawah di Karawang panen tiga kali dalam semusim, karena Karawang merupakan wilayah subur dan terbukti menjadi lumbung pangan nasional.

Disampaikan, sejauh ini kontribusi Karawang terhadap kebutuhan pangan nasional sangat luar biasa, di mana dalam setiap panen, rata-rata produksi padi mencapai 8 ton per hektare.

Mentan mengaku sudah membuat kesepakatan bersama untuk merumuskan skema peningkatan produktivitas. Skema itu diantaranya menyiapkan bibit unggul pada lahan kering dan basah, serta menyiapkan sarana dan prasarana teknologi untuk mengatasi jika ada kendala air.

"Kita sudah sepakat tadi mulai dari kepala desa, pak camat dan ibu bupati bahwa kita akan coba sampai ke tiga kali panen dalam semusim. Saya berharap Karawang jadi percontohan," katanya. (Ts/Ant)

0 Komentar

X
X