×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kader Golkar Kena OTT Lagi, KPK: Lagi Apes Saja, Kita Tidak Pandang Warna, 'Ranjau' yang Ditebar Banyak

21 Jan 2022 | Jumat, Januari 21, 2022 WIB Last Updated 2022-01-20T22:52:01Z

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah sedang mengincar Partai Golkar. Hal ini sehubungan dengan penangkapan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin atas dugaan kasus suap.

Menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, penangkapan Terbit hanyalah suatu keapesan saja. Pihaknya tidak mengincar partai tertentu, semua pihak yang melakukan korupsi akan dijerat tanpa pandang bulu.

"Apakah kok Golkar. Ya menurut kami ini hanya apesnya saja lah. Karena selama ini ranjau-ranjau yang ditebar KPK cukup banyak, jumlahnya bukan hanya 10 atau 20, tapi ratusan," kata Karyoto dalam konferensi pers, Kamis (20/1/2022).

Karyoto mengatakan, jika ada laporan dari masyarakat terkait dugaan korupsi tentulah akan langsung ditindak oleh KPK. Lembaga antirasuah selama ini tidak pernah memandang warna partai tertentu dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Kita tidak memandang warnanya apa, tidak. Tetapi berdasarkan laporan yang ada, kemudian ditindaklanjuti dengan cara-caranya kita, secara UU kita dilegalkan untuk melakukan penyadapan," kata Karyoto.

Menurutnya, jika ada terduga pelaku korupsi dari partai politik maupun daerah manapun yang belum tertangkap, itu hanya masalah waktu dan nasib saja.

"Ya, kalau belum terpantau ya nasibnya saja mungkin masih belum tertangkap," katanya.

Untuk diketahui, sebelum Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK juga melakukan penangkapan terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen. Keduanya merupakan kader Partai Golkar dan terjaring OTT dalam kurang dari seminggu.

Hal ini kemudian menimbulkan tudingan bahwa KPK tengah mengincar Partai Golkar. Terlebih anak Wali Kota Bekasi, Ade Puspitasari pernah menyampaikan hal tersebut dan videonya ramai di media sosial.

Dalam cuplikan videp tersebut, Ketua DPD Golkar Kota Bekasi itu tak terima ayahnya ditangkap dan menyebut ada operasi khusus di KPK yang mengincar partai berlambang beringin tersebut.

"Kuning ini sedang diincar. Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar kuning. Tapi nanti di 2024, jika kuning koalisi dengan oranye, matilah warna lain," ungkapnya dalam video yang beredar di media sosial.(era)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS