Tak Mudah Redam Anak Nangis Jelang di Suntik Vaksin !

Ekspresi siswa SD kelas bawah (1,2 dan 3) yang di dampingi orangtua/wali murid saat gebyar vaksinasi usia 6-11 tahun, di rundung ketegangan. Beberapa diantara mereka menangis sejadi-jadinya karena "ogah" di suntik. Namun beberapa diantaranya juga mulus saat cairan sinovac masuk ke lengan kirinya tersebut. Bukan soal kejar serapan, tapi kenyataan di lapangan meredam anak-anak yang menangis memang bukan perkara mudah, bahkan beberapa diantaranya terpaksa harus di tunda karena sulit terkendali maupun sakit. 


Sejumlah Siswa SDN Pulojaya 3 Menangis Sebelum di Vaksin dan Merepotkan Guru Hingga Petugas dan Orangtua

"Ya kalau mau di paksa sih bisa saja, kita pegang bareng-bareng supaya memastikan harus dengan suntikan mulus. Tapi kasihan juga anak-anak yang menangis dan merengek itu sering melawan, bahkan lari walaupun sudah di bujuk guru dan orangtuanya, " Kata Komite SDN Pulojaya 3 Kecamatan Lemahabang, Ulis Atam, Selasa (11/1). 

Kepala SDN Pulojaya 3, Abdul Qodir mengatakan, jumlah siswanya sebanyak 154 siswa dan di vaksinasi hari Selasa ini. Data identitas diri sudah di siapkan sebelumnya untuk mempercepat input P Care. Alhamdulillah, vaksinasi yang dihadiri Komite, Kepala Desa dan para orangtua kelas bawah ini, berjalan lancar meskipun sebut Qodir, ada beberapa siswa yang sakit dan bahkan menangis saat di sekolah. Entah karena takut, tegang dan atau risih banyak orang, yang jelas siswa yang menangis beberapa diantaranya di tunda vaksinasinya. Pihak sekolah, sebut Qodir akan mencatat siapa saja siswa yang belum di vaksin, nanti di arahkan bisa ke Puskesmas dan susulan, khususnya yang sakit dan atau yang menangis.

"Ya yang nangis merengek, susah juga. Makannya di tunda dulu, " Katanya. (Rd)

0 Komentar

X
X