×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemerataan Reguler, Komisi 1 DPRD Usul Setiap Desa di Beri 1 Titik Fisik Pembangunan

14 Feb 2022 | Senin, Februari 14, 2022 WIB Last Updated 2022-02-14T12:13:32Z
Istilah Musrenbang dan usulan yang dianggap agenda rutinan dan nihil realisasi setiap tahun, harus di rubah pola pikirnya lewat aplikasi Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPD) di Tahun ini. Pemkab, diharapkan fokus pada pembangunan reguler yang permanen sekalipun 1 titik Rp200 juta per desa yang tersebar di 297 desa di Karawang. 


"Satu Desa satu titik Rp200 juta yang reguler saja, di kalikan 297 juta sudah diangka Rp55 Milyaran. Bisa juga kalau lagi sedikit anggarannya Rp150 juta hanya diangka sekitar Rp44 Milyar, desa sudah apresiasi tuh. Yang penting jangan di orat-oret lagi, karena ini pemerataan yang sifatnya harus ada di setiap desa. Urusan jalan tinggal di petakan melalui SK, mana jalan Kabupaten mana jalan provinisi dan desa, sehingga lebih spesifik pembagiannya. " Kata Ketua Komisi 1 DPRD Karawang H Budianto SH, Saat Musrenbang di Kecamatan Tempuran, Senin (14/2).

Kegiatan Musrenbang di Cilebar


Terpisah, Camat Cilebar Iwa Kartiwa mengatakan, Kebutuhan fisik dan non fisik diakui banyak datang dari desa dan kecamatan. Namun sayangnya memang, setiap Musrenbang selalu di batasi hanya 15 item usulan yang mesti diprioritaskan. Tahun ini, sebut Iwa, setiap desa di arahkan usulkan di forum Musrenbang ini minimal 20 perdesa dengan rinciannya 10 Infrastruktur, kemudian 5 Perekonomian dan 5 urusan sosial. Wal hasil sambung Iwa, di dapati terinput oleh operator sekutar 162 usulan secara manual di Seksi Ekbang Kecamatan.

Budianto SH

"Pola perencanaan dan pembangunan di rekap tahun ini melalui SIPD. Kemudian di data yang masuk hanya 37 se kecamatan yang terbaca di aplikasi ini, termasik prioritas kecamatan yang juga banyak masukan dari setiap UPTD, ini banyak yang tidak terakomodir, karena
sekarang 12 prioritas saja Kecamatan, " Ujarnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS