×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

BPNT di Bayar Tunai, Dinsos Karawang: Triwulan 2 Masih Tunggu Petunjuk Kemensos

7 Mar 2022 | Senin, Maret 07, 2022 WIB Last Updated 2022-03-07T10:04:36Z
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang biasanya di distribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa sembako, antara lain beras, buah-buahan, daging ayam, kacang-kacangan hingga telur, terhitung trwulan pertama ditahun 2022, di salurkan melalui kantor pos dengan uang tunai Rp200 ribu perbulan. Sekitar 66 ribu KPM, sudah menerima bantuan untuk bulan Januari, Februari dan Maret dengan total Rp600 ribuan. Lalu, apakah BPNT di triwulan kedua (April, Mei dan Juni) ini nanti akan kembali di bagikan berupa sembako via kartu BTN yang di gesek di e Waroeng atau berlanjut secara tunai melalui kantor pos? 

BPNT yang Biasa di Bagikan Berupa Sembako, dibayarkan Triwulan 1 dengan Uang Tunai Via Kantor Pos

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Karawang, Asep Akhmad mengatakan, BPNT sebagaimana arahan Kemensos di triwulan pertama untuk percepatan, di distribusikan dalam bentuk tunai melalui kantor pos terhitung Januari - Maret. Selanjutnya, bagaimana nasib kartu BTN yang di pegang KPM dan e waroeng paska diberlakukannya tunai untuk jenis bansos BPNT ini, pihaknya tidak bisa memastikan lebih jauh soal kelanjutannya, karena masih menunggu arahan Kementerian Sosial, termasuk soal apakah diberlakukan kembali Bansos sembako atau uang di triwulan berikutnya, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Kemensos.

"Untuk triwulan 2, kita menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Kemensos, apakah akan kembali sembako atau tunai ? Dan bagaimana nasib Kartu BTN dan e Waroeng, belum ada petunjuk lanjutannya sampai saat ini, " Ungkapnya.

Pegawai Kantor Pos di Kecamatan Banyusari, H FIAT mengatakan, distribusi bansos BPNT secara tunai kepada KPM, sudah tuntas di dibagikan di setiap desa melalui Pos. Apakah BPNT ini berlanjut tunai melalui tenaga kantor pos di triwulan 2, pihaknya belum tahu menahu.

"Kita mendapat amanah mendistribusikan saja, apakah kedepan berlanjut tunat melalui pos, juga gak tahu, " Katanya.

Sementara itu, salah seorang pemilik e Waroeng di Kecamatan Lemahabang, Didin mengatakan, dari namanya saja adalah bantuan non tunai, mengapa Kemensos mencairkan dalam bentuk tunai, lagi pula, tidak ada jaminan masyarakat yang menerima secara tunai juga di belikan alokas untuk sembako seperti beras, telur, daging ayam, buah-buahan maupun kacang-kacangan. Padahal, BPNT ini lahir untuk memulihkan gizi masyarakat kurang mampu, termasuk di masa pandemi dengan asupan gizi seimbang untuk menopang imunitasnya. 

"Lalu bagaimana nasib kartu BTN yang dulunya hasil migrasi dari BNI yang dipegang KPM. Kemudian, penyuplai atau pemasok sembako yang biasanya terimbas keuntungan ekonomis, juga jadi tidak optimal ekonominya setelah bansos ini dibagikan secara tunai, " Katanya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS