×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kementerian PPN/Bapennas Launching Uji Coba Asuransi Pertanian Berbasis Area Yield Index di Karawang

9 Mar 2022 | Rabu, Maret 09, 2022 WIB Last Updated 2022-03-09T12:11:01Z
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen PPN/Bapennas) secara resmi meluncurkan Model Pembangunan/Uji Coba Asuransi Pertanian Berbasis Area Yield Index (AYI) di Kabupaten Karawang.


Peresmian tersebut dilakukan secara virtual yang diresmikan oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Dr. Arifin Rudiyanto yang mewakili Kementerian PPN/Bapennas.

Dalam peresmian itu, turut dihadiri oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada Kementerian Pertanian, Bupati Karawang diwakili Asisten Daerah (Asda) II, Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dan Perwakilan dari JICA Indonesia.

Plt. Asda 2, Ir. H. Hanafi mengatakan, AYI bertujuan memberikan kepastian kepada petani dalam melakukan usaha tani apabila panen aktual lebih rendah dibandingkan dengan indeks ambang batas.

"Dengan sasarannya adalah terlindunginya petani dari kerugian jika panen aktual lebih rendah dibandingkan indeks dengan ambang batas," kata dia usai lakukan peluncuran AYI di Ruang Command Center Bale Prasuti Singaperbangsa Karawang, Rabu (9/3/2022).

Dikatakan H. Hanafi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengapresiasi Kementerian PPN/Bapennas yang telah membantu pihaknya dalam memberikan perlindungan bagi para petani di Kabupaten Karawang.

"Dengan adanya pola baru untuk perlindungan kepada petani, kami atas nama pemerintah daerah juga menyambut baik sehingga ada pilihan bagi para petani kita untuk mengasuransikan lahannya," ungkapnya.

"Kami juga memohon dorongan dan dukungan juga dari pihak kementerian, yang rencananya memang untuk memberikan insentif kepada para petani Karawang ini untuk tahun ini sedang kita kuatkan Rancangan Peraturan Bupati untuk menggratiskan atau mengenolkan pembayaran PBB bagi masyarakat Karawang yang luas lahannya dibawah satu hektare agar para petani bisa bertahan," imbuhnya. (diks)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS