×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tak Mesti Jadi Asesor, IASP Harus di Ketahui Pengawas TK-SD se Karawang

16 Mar 2022 | Rabu, Maret 16, 2022 WIB Last Updated 2022-03-16T07:49:03Z
Serap Aspirasi para pengawas TK dan SD, Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) Karawang, gelar pembinaan dan sosialisasi bedah Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) kepada 79 Pengawas, baik dari pengawas murni 65
Orang, Pengawas yang menjadi Korwilcambidik 11 orang dan 3 pengawas SD se Kabupaten Karawang, Rabu (16/03/2022). Bertempat di Hotel Karawang Indah, kegiatan tersebut di buka langsunh Kadisdikpora H Asep Junaedi sekitar pukul 09.30 Wib.

Ketua KKPS Karawang, Asep Yusuf Ismail mengatakan, kegiatan hari ini merupakan aspirasi dari bawah dan di fasilitasi secara mandiri, semoga harapnya, kegiatan bedah IASP ini bisa berjalan dengan lancar dan membawa serapan pemahaman yang optimal bagi semua pengawas di Karawang. Ia mengingatkan, walaupun pengawas tidak jadi asesor, materi IASP ini harus tetap di ketahui untuk kemudian bisa di aplikasikan pengantar dan pengembangannya di sekolah binaan, utamanya sebut Iyus, ke sekolah yang akan akreditasi.

"Pengawas ini ada yang jadi Koorwil, kemudian ada yang jadi pengawas sekolah penggerak (PSP), ada pengawas pelatih Calon Kepala Sekolah (Cks) dan Calon Pengawas (CPS) dan ada juga Pengawas yang jadi asesor akreditasi sebanya 7 orang hasil seleksi 2020. Sekarang, lewat Bintek IASP ini kita harap semua pengawas yang lama dan baru, bisa diberikan pemahamannya soal instrumen ini untuk sekolah-sekolah binaannya, " Katanya.

Kegiatan Sosialisasi dan Bedah IASP yang di Gelar KKPS bersama 79 Pengawas SD dan TK se Karawang

Kadisdikpora Karawang, H Asep Junaedi mengatakan, difasilitasi KKPS, para pengawas akan mendapatkan materi IASP, dimana setelah ini, ia meminta semuanya aktif ke sekolah binaannya dan harus memiliki kompetensi yang sama menyampaikan soal instrumen akreditasi. Pertanyaannya, Mengapa ada akreditasi ? Sebab ini penting untuk memperoleh gambaran kinerja semuanya dan di potret dalam 8 standar. Sehingga nanti itu, sebagai indikator alat pembinaan para pengawas bisa melihat ketika hasil akreditasi sekolahnya A,B dan atau C sehingga bisa memetakan pengembangannya, termasuk bagi yang belum terakreditasi.

"Peserta sekarang adalah para pengawas, jadi walaupun tidak jadi asesor, tapi bapak ibu memiliki sekolah binaan, sehingga bisa mengantarkan sekolah binaan terakreditasi baik lewat instrumen yang penting di ketahui di sosialisasi ini, " Pungkasnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS