×

Iklan

Indeks Berita

Cerita Kiai Asyari, Ayah KH Hasyim Asyari Puasa 3 Tahun untuk Mendoakan Keturunan dan Santrinya

5 Apr 2022 | Selasa, April 05, 2022 WIB Last Updated 2022-04-04T19:23:47Z

Makam Kiai Asyari dan Nyai Halimah di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang selalu penuh oleh peziarah, terutama saat Ramadan. Seperti halnya makam putranya KH Hasyim Asyari, makam kedua buyut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut juga tidak pernah sepi.(4/4/22).

Maklum, melalui perjuangan kedua tokoh inilah KH Hasyim Asyari kemudian tumbuh dan menjadi ulama besar yang namanya harum hingga sekarang. Itu sebabnya, masyarakat kerap mendatangi makam ini untuk beriziarah.

Kompleks makam Kiai Asyari, ayah pendiri NU KH Hasyim Asyari di Jombang. (Foto: iNews.id/Mukhtar Bagus).

Kompleks Makam Kiai Asyari ini berjarak 2 kilometer dari Pondok Pesantren Tebuireng, tempat KH Hasyim Asyari dimakamkan. Karenanya para pezirah kerap datang di dua tempat ini sekaligus.

Cucu Kiai Asyari, keponakan KH Hasyim Asyari, KH Ghobib Sulhi mengatakan, Kiai Asyari lahir pada 1830 di Tingkir Demak, Jawa Tengah. Dia merupakan keturunan dari Jaka Tingkir alias Sultan Hadiwijaya, Raja Pajang.

Kiai Asyari berguru kepada Kiai Usman di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang. Karena kecerdasan dan akhlaknya yang bagus, dia akhirnya diambil menantu oleh Kiai Usman dan dinikahkan dengan putrinya Halimah.

"Suatu hari Kiai Usman kedatangan dua orang perangkat dari Desa Keras yang mengadukan kondisi sebagian wilayahnya angker. Kepada Kiai Usman, mereka minta dikirimkan santri," katanya, seperti dilansir INews, Senin (4/3/2022).

Atas perintah Kiai Usman, Kiai Asyari diperintahkan membawa istrinya tinggal di Desa Keras. Selama tinggal di desa inilah, Kiai Asyari mendirikan pondok pesantren dan mengajarkan ilmu agama Islam kepada warga sekitar.

Pada periode itu juga lah istri Kiai Asyari melakukan riadhoh yang terkenal hingga sekarang, yakni berpuasa 3 tahun. "Tujuannya adalah puasa satu tahun pertama untuk membersihkan diri dari dosa pribadi. Tahun kedua dimaksudkan untk mendoakan anak keturunannya agar selalu diberkati oleh Allah SWT," katanya.

Sedang pada tahun ketiga dimaksudkan untuk mendoakan para santri nya agar mendapat ilmu yang barokah. "Dari perkawinan dengan Halimah inilah Kiai Asyari kemudian memiliki 11 orang anak dan yang nomor tiga yakni KH Hasyim Asyari yang kita kenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Tebuireng," ujarnya.

Masyarakat menyakini, semangat belajar dan kebesaran nama KH Hasyim Asyari diperoleh salah satunya dari riyadhoh ibunya yang berpuasa selama tiga tahun. Hal ini yang membuat peziarah mendatangi makam Kiai Asyari dan istri.(***)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS