×

Iklan

Indeks Berita

Imigrasi Cegah Mantan Bupati Tanah Bumbu ke Luar Negeri

21 Jun 2022 | Selasa, Juni 21, 2022 WIB Last Updated 2022-06-21T12:06:18Z

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), untuk mencegah mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Mardani H. Maming, untuk bepergian ke luar negeri.Hal tersebut disampaikan Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Achmad Nur Saleh, Senin (20/6/2022).


Mantan Bupati Tanah Bumbu

"Betul, berlaku sejak 16 Juni 2022 sampai dengan 16 Desember 2022," kata  Achmad Nur Saleh.

Menurut Achmad,  Maming dicegah lantaran sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Dicegah sebaga  tersangka," kata Achmad.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan KPK telah mengajukan permohonan pencegahan ke luar negeri terhadap Mardani Maming dan satu orang lain.


"Berdasarkan informasi yang kami terima, benar KPK telah mengajukan permohonan cegah ke pihak imigrasi terhadap dua orang terkait dugaan korupsi yang sedang kami lakukan proses penyidikan," kata Ali.

Ali menambahkan, pihaknya masih  mengumpulkan dan melengkapi alat bukti terkait penyidikan kasus tersebut.

Kemudian Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Singaraja, Bali, mendeportasi seorang warga negara asing (WNA) asal Polandia berinisial GAW.

Deportasi itu setelah GAW menjalani masa hukumannya sebagai terpidana kasus skimming ATM di Lapas Kelas II B Singaraja.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Singaraja, Nanang Mustofa, melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/6/2022).

"WNA itu dideportasi oleh Imigrasi ke negaranya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin, menggunakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH714," kata Nanang.

Nanang menyampaikan pesawat itu bakal mendarat di Berlin, Jerman, sehingga perjalanan ke Polandia dilanjutkan melalui jalur darat.

GAW, yang kemudian diketahui bernama Gawel Amdeusz Wojcik (38) telah menjalani masa hukumannya selama 3 tahun di penjara setelah ia divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Amlapura, Karangasem.

“Yang bersangkutan adalah eks narapidana yang melanggar Pasal 33 Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Amlapura Nomor 95/PID.SUS/2019/PN.AMP yang bersangkutan dihukum dengan pidana penjara selama tiga tahun,” kata Nanang.

WNA itu ditangkap oleh kepolisian karena melakukan aksi skimming — pencurian data pengguna ATM yang dilakukan untuk membobol rekening korban. Gawel terbukti melakukan skimming ATM di kawasan Candidasa, Karangasem.

Gawel telah dinyatakan bebas sejak Minggu (19/6/2022), dan saat itu pihak Lapas Singaraja menyerahkan dia ke Kantor Imigrasi Singaraja untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali Anggiat Napitupulu mengatakan, pihak Imigrasi tidak dapat langsung mendeportasi Gawel karena ada beberapa syarat administrasi yang perlu dipenuhi.

“Setelah memenuhi semua persyaratan administratif, yang bersangkutan dideportasi untuk kembali ke negaranya,” kata Anggiat.

Kakanwil Kemenkumham Bali menyampaikan Gawel tidak hanya dideportasi, tetapi dia juga dilarang masuk ke wilayah Indonesia selama 6 bulan.

“Tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian tersebut merupakan bentuk nyata penegakan Hukum Keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja,” kata Anggiat.(ts)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS