×

Iklan

Indeks Berita

Karawang Nomor 2 Produsen Beras, Kades : Tapi Lesu Tangani Harga Gabah Rendah !

15 Jun 2022 | Rabu, Juni 15, 2022 WIB Last Updated 2022-06-15T11:29:18Z
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Ir Hanafi Chaniago mengungkapkan, bahwa Menteri Pertanian RI Sahrul Yasin Limpo secara khusus berikan penghargaan kepada Pemkab Karawang, karena dianggap sukses menjadi kontributor penghasil terbesar kedua di Indonesia setelah Indramayu. Bahkan, di tengah hamparan sawah sekitar 95 ribu hektar, lebih sempit dari Indramayu, Produksi gabah Karawang juga lebih baik trendnya karena hanya hanya selisih sekitar 100 ribu ton setiap tahunnya dari Indramayu.

Foto : Kegiatan Dialog di Gebyar Paten Kecamatan Tempuran

"Kita dapat penghargaan jadi juara 2 penghasil beras dan gabah terbesar di Indonesia setelah Indramayu. Bahkan, tren kita ditengah lahan yang lebih sempit dari Indramayu, kapasitas produksinya lebih baik karena hanya selisih 100 ribuan ton saja setahun, kita Karawang di kisaran 1,3 Juta ton beras, mereka mungkin beda 100 ribu ton di atas kita, " Kata Hanafi di sela-sela dialog bareng Petani saat Gebyar Paten di Kecamatan Tempuran, Rabu (15/6/2022).
Fikri Andil di Kegiatan paten di Tempuran

Tempuran ini, diakui Hanafi, adalah kecamatan dengan luas lahan terbanyak sawahnya di Karawang sekitar 6,8 ribu hektar. Ia sampaikan, bahwa produksi rata-rata musim panen ini diakuinya menurun karena faktor cuaca dan OPT, bahkan, harga gabah saat di bawah Harga Pokok Pemerintah (HPP) di mintanya agar bisa di dorong pembeliannya oleh Bulog Subdivrer Karawang Bekasi agar sedia turun dan serap gabah petani.
Fikri Andil di Kegiatan paten di Tempuran

"Sayangnya memang, selain dibenturkan dengan Perpres soal kriteria pembelian gabah oleh Bulog, sejauh ini kita konfirmasi agar dapat jawaban serapan gabah petani saat di basah HPP Rp4,2 ribu per GKP, tak kunjung ada jawaban yang memuaskan, " Sesalnya.

Kades Cikuntul, Kasman Ebod mengungkapkan, mendorong peningkatan produksi 
jangan sebatas bahasa saja, hasilnya 6-10 tom perhektar, kenyataannya saat ini dimana-mana, mayoritas hanya mampu produksi 4 ton paling tinggi. Biaya produksi semakin mencekik, ketika banyak Kios lambat distribusikan pupuk bersubsidi sehingga banyak yang mahalndan langka saat di butuhkan, disisi lain harga gabah rendah juga tak kunjung tertangani serius.

Fikri Andil di Kegiatan paten di Tempuran

"Mana Bulog yang seharusnya serap gabah petani. Jadi harga stabil dan produksi tinggi itu, saat ini mah sebatas bahasa saja, kenyataannya banyak rugi petani, " Ujarnya.

Senada dikatakan Kades Tempuran Jaenal Rojali, ia apresiasi Karawang jadi penghasil gabah dan beras yang tinggi di Jabar dan Indonesia, tapi bukan berarti uji coba program yang beratkan petani untuk melipatgandakan hasil produksi, seperti misalnya ada IP 400 atau tanam 
4 kali dalam setahun. Sebab, yang di harapkan adalah tanam cukup dua kali, tapi kualitas produksi bisa sampai 10-12 ton. 

"Sekarang sewa sawah Rp10 juta satu hektar, kemudian modal Rp10 juta,  kalau hasil cuma 5 ton satu hektar dengan harga gabah Rp4 ribu per GKP, petani hanya impas kembali modal semula karena hanya dapat Rp20 juta saja. Seperti sia-siap begitu, sehingga muncul istilah, yang penting mah nyawah saja. Nah ini harus diperhatikan betul Pemkab sikapi masalah tersebut, " Pungkasnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS