×

Iklan

Indeks Berita

PBB Tak Menyangka, Arab Saudi Gelontorkan Rp19 Triliun untuk Penyandang Disabilitas

18 Jun 2022 | Sabtu, Juni 18, 2022 WIB Last Updated 2022-06-18T05:17:04Z

Dalam pertemuan puncak hak asasi manusia, PBB mendengar kalau Arab Saudi menggelontorkan lebih dari $1,3 miliar (Rp19 triliun lebih) pada tahun lalu untuk mendukung penyandang disabilitas di Kerajaan, demi memberdayakan mereka secara sosial, pendidikan dan ekonomi.

Bendara Saudi Arabia

Dilansir dari ArabNews, Abdulaziz Abdullah Al-Khayal, wakil presiden Komisi Hak Asasi Manusia Saudi, mengatakan pada sesi ke-15 Conference of States Parties to the Convention on the Rights of Persons with Disabilities di New York bahwa Kerajaan Saudi memberikan perhatian besar pada hak-hak penyandang disabilitas rakyat, berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai konstitusionalnya.”

Statistik resmi menunjukkan lebih dari 400.000 penyandang disabilitas mendapat manfaat dari dukungan keuangan pada tahun 2021, sementara lebih dari 100.000 perangkat didistribusikan kepada penyandang disabilitas dengan biaya hampir $60 juta (Rp886 miliar), katanya.

Al-Khayal, yang memimpin delegasi KTT Saudi pada 14-16 Juni, mengatakan bahwa National Transformation Program, bagian dari rencana reformasi Visi 2030, memastikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan kerja yang layak, akses pendidikan dan kehidupan yang layak.

Lebih dari $130 juta (hampir Rp2 triliun) telah digelontorkan pada tahun 2021 untuk alternatif layanan tempat penampungan, dengan sekitar 17.000 orang diuntungkan. Program pelatihan dan program kesejahteraan sosial di rumah juga disediakan.

Al-Khayal mengatakan pada konferensi itu bahwa Kerajaan mengadopsi serangkaian tindakan untuk melindungi penyandang disabilitas dari dampak pandemi global, termasuk penyediaan 1,5 juta dosis vaksin.

Terlepas dari dampak ekonomi negatif dari pandemi secara global, persentase penyandang disabilitas yang bekerja di Kerajaan meningkat dari 11 persen menjadi lebih dari 12 persen pada akhir tahun 2021.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Fasilitas sekolah disempurnakan

Pendidikan jarak jauh disediakan, dan protokol disiapkan untuk sekolah dan pusat, dengan 63 asosiasi terbentuk.

Ahmed Al-Fuhaid, direktur pemberdayaan individu penyandang disabilitas di Human Resources Development Fund, mengatakan bahwa Kerajaan membantu untuk “mengaktifkan segmen masyarakat yang penting, memanfaatkan energi potensial, pikiran yang berpikir dan tangan yang bekerja.”

Ia menambahkan, “Kesetaraan, jaminan hak, dan harmonisasi mengarah pada pemberdayaan.”

Negara maju yang peduli penyandang disabilitas

Arab Saudi menempati peringkat tinggi di antara negara-negara maju dalam hal dukungan bagi penyandang disabilitas, terutama dalam hal rehabilitasi, pendidikan, perlindungan dan perawatan, kata Al-Fuhaid.

“Ketika kami menantikan peluang dan inisiatif untuk penyandang disabilitas, kami merasa bangga dengan kemajuan Kerajaan di bidang ini. Arab Saudi telah menjadi tempat favorit untuk investasi oleh beberapa perusahaan di bidang dukungan, pemberdayaan dan rehabilitasi penyandang disabilitas.”

Di tingkat lokal, praktik individu dan institusional terhadap penyandang disabilitas tidak lagi didasarkan pada simpati tetapi pada hak dan kesetaraan, kata Al-Fuhaid.

“Ini adalah perubahan signifikan dalam beberapa tahun dan perubahan dalam keyakinan banyak orang di masyarakat,” tambahnya.(L6)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS