×

Iklan

Indeks Berita

Seorang " ODGJ " di Karawang Meninggal Dunia Akibat Terbawa Arus Sungai

16 Jun 2022 | Kamis, Juni 16, 2022 WIB Last Updated 2022-06-16T02:09:35Z

Korban tenggelam di BTB 14 Kp Sarijaya Rt 017/008 Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur berhasil diketemukan pada Rabu (15/6/2022) pukul 15.00

Foto ilustrasi

Pada Rabu (15/6/2022) tim Basarnas bersama dengan beberapa organisasi, komunitas yang lain masih terus melakukan pencarian korban tenggelam. Peristiwa tenggelam terjadi pada Selasa (14/6/2022) pukul 12.00 di BTB 14 Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur.

Andri Kurniawan, Dantim Unit Siaga Sar Kabupaten Karawang memaparkan bahwa kronologi kejadian korban sedang mandi kemudian terbawa arus sungai. Ia melanjutkan jika korban di duga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Jadi untuk kronologi kejadian sekitar pukul 12.00 korban sedang mandi dan berenang dari pinggir ke tengah. Kemudian terbawa arus sungai lalu tenggelam. Data korban sampai saat ini masih nihil, karena korban di duga ODGJ,” ujarnya

Ia memperoleh informasi dari Danramil dan Kapolsek Telukjambe Timur. Selama proses pencarian terkendala arus sungai yang deras. Selanjutnya cuaca pun turun hujan. Tim melakukan pencarian hingga jarak empat sampai lima kilometer dari tempat kejadian. Ia menambahkan kembali jika terdapat dua puluh sembilan unsur lembaga yang ikut membantu.

“Informasi kita dapat dari Danramil dan Kapolsek Telukjambe Timur. Proses pencarian sampai hari ini sudah dua hari. Kendala arus sungai yang deras dan tadi juga sempat turun hujan yang lebat jadi menyulitkan tim di lapangan. Jarak pencarian empat sampai lima kilometer,” ungkapnya.

Setelah proses pencarian, korban kemudian ditemukan di BTB 18. Korban ditemukan sekitar pukul 15.00. Selanjutnya korban akan dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang.

“Posisi korban di temukan sekitar BTB 18 jarak kurang lebih empat kilometer dari lokasi kejadian. Ditemukan pukul 15.00 tadi. Kami akan membawa jenazah korban ke RSUD Karawang,” sambungnya.

Darti Purwanti, saksi kejadian memaparkan bahwa awal mula melihat kejadian korban sudah terlihat sedang meminta pertolongan. Ia kemudian meminta bantuan kepada tetangga. Selanjutnya saat ada tetangga yang sudah turun untuk membantu, namun korban sudah tidak ditemukan.

“Pas saya melihat mah udah kayak ngapung gitu. Memang biasanya dia juga udah biasa mandi di situ juga. Saya teriak-teriak minta tolong. Kejadian cepat, begitu ada orang yang sudah mau menolong sudah tidak ada,” pungkasnya. (0c)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS