×

Iklan

Indeks Berita

Viral Rendang Babi, Ini Komentar Tegas Gubernur Sumbar

11 Jun 2022 | Sabtu, Juni 11, 2022 WIB Last Updated 2022-06-11T07:45:45Z

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi bereaksi keras terkait viralnya pedagang nasi Padang di Jakarta yang menjual rendang babi. Sebab hal ini sangat bertentangan dengan falsafah masyarakat Minangkabau yang berlandaskan ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah).

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi

"Harusnya ini tak boleh terjadi karena masakan Padang atau masakan Minang itu identik dengan makanan halal sesuai dengan falsafah dan adatnya yang berlandaskan Islam dan ABS-SBK. Seluruh masakan pakai nama Padang itu makanan halal. Itu sudah jelas," ujar Mahyeldi, Jumat (10/6/2022).

Gubernur juga sudah meminta melalui Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) di Jakarta mengecek apakah restoran tersebut sudah mempunyai izin dari Dinas atau Sudin Parekraf dan PTSP. Restoran ini diketahui bernama Babiambo Nasi Padang Babi yang berlokasi di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

"Pada intinya tidak boleh lagi ada masakan Padang yang nonhalal. Kita harus pastikan masakan Padang itu semuanya halal dan dapat dikonsumsi umat Muslim. Ke depan harus ada sertifikasi IKM, mana yang asli Padang, mana yang bukan. Nanti ada stikernya," kata Gubernur.

"Makanya harus dicek lagi. Apakah ada izinnya, kenapa pakai nama Padang. Apakah orang Padang atau tidak," ujarnya lagi.

Dia juga merespons terkait keberadaan restoran tersebut yang ada di aplikasi layanan pesan antar. Sebab Restoran Babiambo itu sudah dihapus dari daftar restoran pada aplikasi layanan pesan antar makanan.

Terkait dengan di Sumbar, Gubernur menyebut mempedomani Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang jaminan produk halal, memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan jaminan produk halal.

Seiring dengan hal tersebut, Pemprov Sumbar telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Sumbar Nomor 1 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan pariwisata halal. Ini sekaligus menjadi komitmen pemprov dalam mengembangkan industri halal dengan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para pelaku usaha produk halal, khususnya di bidang kuliner baik usaha makanan dan minuman untuk berpartisipasi melakukan sertifikasi halal.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Suwirpen Suib. Dia menilai Sumbar identik dengan keislaman masyarakatnya. Sehingga kalau ada yang mengatakan restoran padang ada babi, itu merupakan bentuk penghinaan kepada masyarakat Sumbar.

"Kita doakan restoran tersebut tidak bertahan lama dan akan tutup sendiri nantinya. Saya harap semoga nantinya tidak ada pihak yang akan meniru restoran tersebut," ucapnya.

Dia juga mengatakan banyak pihak yang menyesal terkait beredarnya rendang babi yang juga dijual di-platform market place tersebut karena memakai unsur Minang.

Kecaman keras juga datang Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar. Sekretaris Umum LKAAM Sumbar Jasman Dt Bandaro Bendang menyampaikan, masakan Minangkabau ataupun masakan Padang sangat identik dengan makanan halal.

Dengan adanya peristiwa ini, Jasman khawatir akan menurunnya minat konsumen untuk datang ke rumah makan Padang karena peristiwa ini. Sebab itu, dia mendukung penuh apa yang disampaikan gubernur agar pihak berwenang dan terkait bisa menyelesaikan persoalan ini,mengutip INews,11/6/22.

"Saya sangat setuju sekali dan mendukung penuh dengan apa yang disampaikan Pak Gubernur agar ke depan hal ini tidak boleh terulang lagi. Harus ada izin yang jelas untuk rumah makan, khususnya rumah makan Padang yang identik dengan makanan halal," kata Jasman.(*)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS