×

Iklan

Indeks Berita

Viral Tagar 'Stop Bayar Pajak', Sri Mulyani Geram dan Menyindir Begini

20 Jul 2022 | Rabu, Juli 20, 2022 WIB Last Updated 2022-07-20T02:54:04Z

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sepertinya geram dengan viralnya tagar atau hashtag Stop Bayar Pajak di media sosial. Padahal, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat untuk kepentingan mereka sendiri. Mulai dari fasilitasi pendidikan hingga infrastruktur seperti jalan.

"Mereka yang menyampaikan hashtag enggak bayar pajak, ya, berarti Anda tidak ingin tinggal di Indonesia. Atau tidak ingin lihat Indonesia bagus, gitu saja. Jadi, tidak perlu ditanggapi," katanya dalam Perayaan Hari Pajak, dilansir Antara, Selasa, 19 Juli 2022.

Sri Mulyani menegaskan seluruh pajak digunakan untuk menciptakan pendidikan yang baik. Mulai dari tingkat dasar atau pesantren, madrasah, sampai universitas.

Tak hanya itu, pajak juga digunakan untuk sektor kesehatan. Termasuk mengatasi dan membiayai pasien-pasien selama masa pandemi covid-19.

Masyarakat justru menikmati hasil pajak

Sri Mulyani mengatakan masyarakat sudah merasakan kenikmatan pajak yang dibayarkan dalam kegiatan sehari-hari. Seperti, saat minum teh dan makan nasi goreng.

Ia mengatakan, alat pemanas air yang digunakan untuk membuat teh dan memasak nasi goreng misalnya, masyarakat menggunakan gas cair atau LPG. Penggunaan LPG ini, kata dia, termasuk bentuk dari manfaat membayar pajak karena terdapat subsidi pemerintah di dalamnya.

"Itu pasti masaknya pakai LPG, kalau LPG tiga kilogram berarti Anda menikmati itu, uang pajak subsidi," ujarnya.

Selain itu, aktivitas sehari-hari yang juga dapat dinikmati dari pajak yang dibayar yaitu saat masyarakat menggunakan listrik dan jalan raya.

"Kalau Anda mengisi baterai atau ada listrik di rumah, itu dapat juga subsidi dari kita. Itu adalah pajak juga. Anda di jalan raya, jalannya dibangun itu juga pakai pajak," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan oknum yang memopulerkan hashtag Stop Bayar Pajak menunjukkan dia tidak mencintai Indonesia dan tidak perlu ditanggapi. Terlebih lagi, ternyata aksi seruan itu justru ditolak oleh masyarakat karena banyak yang telah menyadari pentingnya membayar pajak bagi Indonesia.

"Malah masyarakat sendiri yang saya lihat pada meng-counter karena mereka merasa memiliki Indonesia. That's why enggak muncul (tidak terlalu viral). Artinya mereka mengatakan who are you telling us not pay tax," jelas Sri Mulyani.(*)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS