×

Iklan

Indeks Berita

Dosen UBP : Pengembangan Soft Skill di Sekolah Harus di Masifkan

29 Agu 2022 | Senin, Agustus 29, 2022 WIB Last Updated 2022-08-29T12:54:55Z
Dosen Universitas Buana Perjuangan (UBP) yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyaraka, Dr Aang Solahudin Anwar M.pd mengatakan, pertimbangan kelulusan siswa di sekolah, jangan hanya mengandalkan indikator nilai raport atau juga IPK, tetapi soft skill yang merupakan kompetensi non akademik harus ikut berkontribusi sebagai wujud apresiasi lembaga pendidikan terhadap para peserta didik. 

Sebab, dewasa ini, tak sedikit pelajar yang memang kurang penilaian dari sisi akademik, justru lebih banyak unggul di kompetensi lainnya yang non akademik.

"Jadi indikator kelulusan siswa dan penilaiannya jangan mengandalkan nilai raport saja atau IPK misalnya, tapi kemampuan soft skill dewasa ini sudah saatnya menjadi andalan dan harus di apresiasi disetiap lembaga pendidikan, " Kata Aang saat mengisi sambutan dalam serah terima Piagam Teknologi Tepat Guna (TTG) di SMK PGRI Telagasari, Senin (29/8/2022).

Aang menambahkan, banyak siswa unggul di kompetensi teknologi justru mendapati banyak penghargaan dan apresiasi dalam lomba-lomba seperti TTG ini. Maka, hal ini harus diapresiasi bukan saja pengembangannya tapi ikut serta dalam progres tindaklanjutnya. Misalnya, sebut Aang, SMK PGRI Telagasari ini memiliki siswa yang mampu merakit insenerator atau mesin pengolah sampah untuk daur ulang yang sudah di garap berbulan-bulan karena dilatar belakangi banyaknya tumpukan sampah diberbagai pelosok desa, sehingga perlu adanya alat pengolah sampah berbahan bakar air, oli bekas dan minyak jelantah. Karya ini sebut Aang, merupakan soft skill yang mestinya bisa di tindaklanjuti dengan mengurusi soal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Paten sebagai upaya perlindungan hukum yang akan berlaku selama 70 tahun.

Foto : Dosen UBP Saat Kunjungi Ruang Praktikum SMK PGRI Telagasari

"Kompetensi soft skill ini pula di terapkan mahasiswa UBP saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) baik individu maupun kelompok di daftarkan hasil inovasi di wilayah pengabdian masyarakatnya itu ke Dirjen Intelektual untuk mendapatkan HAKI, karena itu bermanfaat sebagai Surat Pendamping Kelulusan Ijasahnya (SPKI) nanti, " Ungkapnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS