×

Iklan

Indeks Berita

Petani, Peternak dan Penyuluh Pertanian Tempuran Antusias Ikuti Sosialisasi Huma Eco Enzyme

10 Agu 2022 | Rabu, Agustus 10, 2022 WIB Last Updated 2022-08-10T11:18:05Z
Huma Eco Enzyme Karawang yang beralamat di Perum Permata Indah Permai Blok A Nomor 22 Desa Pasirjengkol Kecamatan Majalaya, terus mengenalkan cairan segudang manfaat Eco Enzyme (EE) bagi kesehatan masyarakat, lingkungan, pertanian hingga peternakan. Rabu pagi (10/8/2022), puluhan petani, peternak dan para penyuluh pertanian di lingkungan UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Tempuran, menerima sosialisasi EE sekaligus praktek cara pembuatan dan produksi cairan yang berbahan dasar sampah organik dari kulit buah dan sayuran yang di fermentasi selama 90 hari tanpa udara atau anaerobic tersebut.

Foto : Kegiatan Sosialisasi Huma Eco Enzyme di Lingkungan UPTD Pertanian Kecamatan Tempuran

Siti Komalaningsih, Pengelola Huma Eco Enzyme Karawang mengatakan, berangkat dari keprihatinan sampah yang terus menumpuk dan tanpa pemilahan antara yang organik dan anorganik, mendorongnya untuk berkontribusi sedikit menguranginya menjadi sisi manfaat. Adalah Eco Enzyem, cairan yang di olah dari sampah organik jenis buah dan sayuran yang di fermentasi selama 90 hari ini, menjadi jawaban untuk mengajak masyarakat meracik dan mengolahnya untuk beragam manfaat, mulai dari kesehatan lingkungan, sektor pertanian, peternakan, hingga kesehatan sehari-sehari.


Foto : Kegiatan Sosialisasi Huma Eco Enzyme di Lingkungan UPTD Pertanian Kecamatan Tempuran

"Banyak enzyme alami yang di hasilkan dan setiap jenis enzyme ini memiliki fungsi penting dalam suatu fungsi biokimia. Jadi cairan ini bisa menjadi alternatif mengurangi sampah, penggunaan bahan kimia sintetis dan ikut serta membantu pemerintah dalam hal penanganan sampah, " Katanya 

Beberapa manfaat EE ini, sebut Nining, bisa untuk membasmi kuman, minyak, serangga dan tikus sebagai cairan pel lantai, cuci toilet, sanitizer, cairan mencuci piring, pembersih udara, pembersih air hingga pupuk organik cair bagi areal pesawahan.

"Kita mencoba lewat 1 Kilogram gula merah, 3 kilogram buah/sayuran dan 10 ml air, tutup tanpa udara selama 90 hari dan rasakan segudang manfaatnya, " Ungkap Nining yang juga Subkoor di Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang ini.

Koordinator Penyuluh Pertanian Tempuran, Dedi mengapresiasi sosialisasi Eco Enzyme ini untuk petani dan peternak, bahkan menambah ilmu dan wawasan tambahan bagi para penyuluh pertanian, baik sisi manfaat, kandungan hingga cara pengolahannya.

"Gak sulit sih, yang terpenting alatnya lengkap, media bahannya tersedia semua orang juga bisa memproduksi sendiri dengan penuh ketelitian takaran, dan terukur, " Katanya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala UPTD Pertanian Tempuran Asep Suardani, Petugas POPT dan sejumlah Peternak dan Kelompok Tani di Tempuran. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS