×

Iklan

Indeks Berita

Timnas Jerman dan Jepang Diujung Tanduk, Mana Lolos 16 Besar Pildun 2022

29 Nov 2022 | Selasa, November 29, 2022 WIB Last Updated 2022-11-29T05:26:23Z

Setelah kekalahan menyesakkan dari Jepang, publik ­sepak bola Jerman masih dibuat dag-dig-dug. Mesin diesel Der Panzer yang diharapkan mulai memanas pada matchday kedua, ternyata tidak terjadi.

Skuad Jepang di Piala Dunia 2022

Tim asuhan Hansi Flick membutuhkan keberuntungan seorang pemain pengganti bernama Niclas Fuellkrug untuk menghindarkan diri dari kekalahan atas Spanyol.

Dalam pertandingan kedua Grup E di Stadion Al Bayt, Senin, 28 November 2022, penampilan Jerman tidak seperti layaknya tim juara empat kali yang punya tradisi kuat di Piala Dunia. Di bawah ken­dali permainan Spanyol, gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer kebobolan lebih dulu oleh Alvaro Morata pada menit ke-62.

Beruntung, atmosfer negatif menyambut ­kekalahan kedua mulai menyeruak, Fuellkrug yang baru masuk menggantikan Thomas Mueller pada menit ke-70 mencetak gol penyeimbang pada menit ke-83, sekaligus menjaga asa timnya lolos ke fase knock-out. Asa Jerman masih terjaga menyusul kekalahan 0-1 Jepang dari Kosta Rika.

Dengan hasil imbang 1-1, Jerman berada di posisi juru kunci dengan 1 poin. Meskipun ­peluang memenangkan pertandingan pamungkas melawan Kosta Rika masih terbuka, nasib Jerman akan sangat ditentukan oleh hasil pertandingan lain antara Spanyol melawan Jepang.

Jika Spanyol menang atau imbang dengan Jepang, peluang Jerman masih terbuka asal bisa mengalah­kan Kosta Rika. Namun, jika Jepang yang menang, kemenangan Jerman atas Kosta Rika pun belum menjamin tiket ke babak knock-out karena Spanyol punya koleksi banyak gol.

Seusai pertandingan kontra Spanyol, Flick ­mencoba menepis keragu­an publik. Ia meyakini, ­timnya bakal melaju ke babak 16 Besar dengan mengalahkan Kosta Rika pada laga pamungkas di Stadion Al Bayt, Jumat, 2 Desember 2022. Meski belum meraih kemenangan, Flick percaya, mental juara para pemain bakal meloloskan Jerman dari lubang jarum.

"Tim mempertahankan level yang hebat. Saya sangat puas dengan mentalitas dan kerja tim hari ini. Ini adalah pertanding­an di level tinggi. Itu adalah hal-hal yang ingin kami lihat dari tim ini. Tetapi ini adalah hanya langkah pertama. Kami ingin melihat pertandingan berikutnya (melawan Kosta Rika) dan mencipta­kan kondisi untuk dilalui," kata Flick di laman resmi FIFA.

Foto timnas Jerman

Sebenarnya, hasil imbang juga merugikan ­Spany­ol. Hal ini diakui pelatih Luis Enrique. Bedanya, Spanyol sudah menggenggam kemenangan 7-0 atas Kosta Rika di laga perdana sehingga masih nyaman berada di puncak klasemen dan hanya membutuh­kan hasil imbang dengan Jepang untuk lolos ke fase knock-out.

"Ya, sayang sekali hasilnya, tapi kami harus senang karena kami adalah pemimpin di grup ini," kata Enrique.

Tanpa bermaksud "membantu" Jerman, Enrique memastikan, timnya akan tetap memburu kemenang­an atas Jepang meski­pun hasil imbang ­sudah cukup mengamankan tiket putaran ­kedua. "Hasil imbang melawan Jepang sudah cukup, tapi kami tidak akan berspekulasi," tambahnya.

Asa Kroasia

Setelah secara mengejutkan ditahan Maroko, ­finalis Piala Dunia 2018, Kroasia membuka asa ­untuk terus melaju di Qatar 2022 setelah ­menundukkan Kanada 4-1. Sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Alphonso Davies menit ke-2, Andrej Kramaric menginspirasi kemenangan Kroasia berkat dua gol yang dicetak­nya pada menit ke-36 dan ke-70. Dua gol Kroasia lain disumbangkan Marko Livaja menit ke-44 dan Lovro Majer menit ke-94.

Kemenangan krusial ini mengerek Kroasia ke puncak klasemen dengan 4 poin, sama dengan Maroko yang secara mengejutkan ­menjungkalkan Belgia 2-0, melalui gol Abdelhamid Sabiri menit ke-73 dan Zakaria Aboukhlal menit ke-92 di Stadion Al Thumama, Minggu, 27 November ­2022. Kekalahan yang kemudian menyulut kerusuhan di ibu kota Belgia, Brussel.

Obyek wisata di Tempuran Karawang

Secara matematis, hasil ini membuat Maroko memiliki ­peluang paling besar untuk lolos karena akan menghadapi Kanada yang sudah dipastikan tersingkir di laga pamungkas. Sementara Kroasia, kebangkitannya harus dilanjutkan di partai hidup-mati kontra Belgia di laga pamungkas. Setidak­nya, Kroasia membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke putaran kedua.

Meski menyadari hasil imbang pun sangat sulit melawan tim sekelas Belgia yang dihuni ba­nyak pemain bintang, termasuk Kevin De Bruyne, pemain kunci Kroasia, Ivan Perisic memasti­kan, ­timnya akan berjuang memenangkan pertandingan.

“Ini akan sulit. Kami membutuhkan satu poin, tetapi kami harus bermain untuk meraih kemenang­an karena kami tidak tahu bagaimana cara bermain yang lain. Jika Anda bermain untuk seri, saya pikir itu akan sulit bagi kami. Kami harus memain­kan permainan kami dan saya pikir itu akan berhasil,” kata Perisic di laman FIFA.

Sementara itu, Pelatih Belgia Roberto Martinez mencoba membesarkan hati para pemain seusai kekalahan dari Maroko. Namun, dia menegaskan peluang masih terbuka di pertanding­an terakhir.

"Ya, ini adalah hasil yang berat. Hal ini yang bisa terjadi di ­Piala Duni. Sekarang kami memiliki ­sesuatu yang harus dimenangkan. Jika kami ­mengalahkan Kroasia, kami akan lolos,” ujar ­Martinez.***

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS