Kampung nelayan maju (Kalaju) merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.
Program ini, menjadi upaya pemerintah untuk mewujudkan kampung nelayan yang tertata, maju, bersih, sehat, dan nyaman, yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas usaha nelayan dan keluarganya.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang, mengusulkan Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, dimana dalam waktu dekat akan ada tim Kalaju Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar sosialisasi maupun membuka forum diskusi.
"kampung nelayan maju itu di Karawang tahun 2018 lalu awalnya di Desa Sukakerta dengan skema pembiayaan dari CSR, namun kita alihkan ke Desa Tanjung Pakis di tahun 2021 karena rencananya hari jadi KKP akan digelar di Karawang dan dihadiri Presiden Jokowi. Namun, Kunjungan itu dibatalkan dan pindah ke Bangka Belitung, sehingga ditahun 2023 ini usulan kampung nelayan maju kita pindahkan lagi di Desa Surakerta, mungkin dalam waktu dekat akan ada tim Kalaju KKP yang akan sosialisasi maupun membuka forum diskusi," Kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Karawang, Setya Saptana, Kamis (2/2/2023).
Dirinya berharap, Kalau bukan hanya sekedar kampung, akan tetapi menjadi kampung nelayan maju yang mempunyai manfaat, punya ikonik tersendiri. Sehingga, program ini bisa mendapatkan suatu pendapatan bagi warga masyarakat sekitarnya.
"Keinginan kami, Kalaju ini harus jadi salah satu destinasi wisata, memiliki daya tarik. Dimana pengunjung bisa mendapatkan hiburan, edukasi, mendapatkan suatu hasil olahan atau cendramata, atau bisa ikut melakukan pelatihan pendidikan di situ, itu konsep saya karena Desa Surakerta sudah ditetapkan menjadi desa wisata Bahari oleh KKP," ujar Setya.
"Dalam Desa Wisata Bahari yang menjadi ikonik adalah Terumbu Karang dan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), yang memang hanya ada di perairan Pantai Utara Karawang saja. Dengan Kalaju disana ditambah keberpihakan anggaran dari Pemerintah Daerah, Desa Sukakerta bisa menjadi salah satu menjadi destinasi wisata di Kabupaten Karawang," jelasnya.
Setya merinci, untuk menjadikan Desa Wisata Bahari Sukakerta, diperlukan anggaran minimal Rp 15 Miliar. Karena jika dipercantik minat masyarakat baik wisatan lokal maupun dari luar akan semakin meningkat.
Tentunya, lanjut Setya, hal tersebut diperlukan komitmen dari pemerintah daerah karena multi efeknya akan sangat luar biasa.
"menghidupkan perekonomian warga sekitar dan meningkatkan pendapatan daerah melalui retribusi yang masuk ke kabupaten," pungkasnya. (Rd)