Harga Emas Masih Labil, Dipengaruhi Berbagai Isu Global
Karawang: Harga emas dunia masih berfluktuasi dan rentan terhadap berbagai isu global. Menurut Bloomberg, harga emas pada Senin (24/11/2025) mencapai USD4.050 per troi ons, turun 0,36 persen dari posisi sebelumnya.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dalam sepekan ini akan bergerak di rentang USD3.972-USD4.180 per troi ons. Hal ini tentu akan mempengaruhi harga logam mulia di dalam negeri.
Ibrahim memperkirakan harga emas Antam sepekan ini akan bergerak di kisaran Rp2,29-Rp2,45 juta per gram. "Ini juga tergantung nilai rupiah yang kemungkinan besar masih akan melemah hingga Rp16.700-Rp16.790 per dolar AS," ujarnya.
Bahkan Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah dapat menyentuh level Rp16.800an per dolar AS. "Rupiah yang melemah membuat harga logam mulia akan berada di level resistansi Rp2.450.000 per gram," ucapnya.
Ibrahim lalu mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat harga emas berfluktuatif dalam sepekan ini. Di antaranya kondisi perpolitikan di Amerika Serikat (AS), spekulasi suku bunga The Fed, dan konflik geopolitik global.
Setelah berakhirnya shutdown selama 43 hari, Pemerintah AS merilis data tenaga kerja per September 2025. Di sana ditunjukkan pasar tenaga kerja yang meningkat selama bulan tersebut.
"Hal ini membuat indeks dolar kembali menguat," ujarnya. Kemudian, beberapa pejabat bank sentral AS atau The Fed memberikan testimoni setelah rilis data tenaga kerja tersebut.
Para pejabat The Fed seperti Pat Boston, Lori Logan, Susan Collins, dan John Williams memberikan pernyataan yang berbeda-beda. Sebagian mendukung untuk mempertahankan suku bunga, tetapi sebagian lagi menginginkan pemangkasan pada Desember 2025.
Perbedaan pandangan itu menunjukkan masih dibutuhkan data tenaga kerja lebih lanjut untuk membahas kebijakan suku bunga per Desember. Pada saat ini, bank-bank sentral dunia termasuk AS masih sensitif membahas pemangkasan suku bunga.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS, Donald Trump, mendesak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk melakukan gencatan senjata dengan Rusia. Namun, ini menjadi akan menjadi bumerang bagi Ukraina yang berisiko kehilangan wilayahnya jika mengikuti kesepakan gencatan senjata.
"Kemungkinan besar Zelenskyy akan tetap mempertahankan wilayahnya dari Rusia," ucap Ibrahim. Sehingga ke depan konflik geopolitik masih akan panas dan akan mempengaruhi harga emas dunia.
Ibrahim memperkirakan harga emas sampai akhir tahun mencapai sekitar USD4.380 per troi ons. Menurut dia, sangat sulit untuk mencapai harga emas sebesar USD4.500-USD4.700 per troi ons.(*)

