Awal Pekan, IHSG Kembali Naik ke Level 9.000
Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan, Senin 26 Januari 2026, berada di area hijau. Menurut data RTI Business, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,97 persen ke level 9.037,66.
Pada akhir pekan lalu, IHSG turun 0,46 persen ke level 8.951 disertai net sell asing sebesar Rp117 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, GOTO, BUMI, BBNI dan PBSA.
"IHSG berpotensi rebound (berbalik menguat) jika dapat bertahan pada support 8.880," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Menurut dia, IHSG akan bergerak di level support 8.880-8.900 dan level resistansi 9.000-9.050.
Tim Analis Mirae Asset Sekuritas memprediksi IHSG masih dalam tren positif pada awal 2026. Meskipun sempat terkoreksi di bawah level 9.000 pada penutupan pedagangan dua hari terakhir.
Hal ini disebabkan kekhawatiran pasar atas rencana perubahan metodologi free float MSCI. "Koreksi ini kami nilai wajar setelah kenaikan yang sangat cepat dan lebih mencerminkan penyesuaian teknikal jangka pendek, ucap Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Sedangkan Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebutkan sejumlah faktor yang akan menjadi perhatian pasar pekan ini. Di antaranya hasil pertemuan The Fed per Januari 2026 yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada 3,5-3,75 persen.
Pelaku pasar juga akan fokus pada data pemesanan barang-barang tahan lama dan Indeks Harga Produksi di AS. Data ekonomi kawasan Eropa dan Indeks Manufaktur (PMI) Tiongkok juga akan menjadi pertimbangan pasar.
Di dalam negeri pasar akan mencermati penempatan dana investasi Danantara untuk tahun ini sebesar USD14 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan komitmen sebesar USD8 miliar pada 2025.
"Dana investasi tersebut berasal dari dividen perusahaan yang dimiliki negara," ujar Tim Phintraco. Selain itu, pelaku pasar menantikan pengumuman metodologi perhitungan free float saham oleh MSCI.(*)
