Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Susah OTW, Arus Balik Nataru, Ketapang–Gilimanuk Tetap Terkendali

Banyuwangi: Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai terasa di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan di jalur Jawa–Bali tersebut tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali.(3/1/25).

Penumpang Naik Menjuju Kapal Penyebrangan Ketapang-Gilimanuk

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan peningkatan arus balik mulai terlihat seiring mendekatnya akhir masa liburan dan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Meski mobilitas masyarakat meningkat, operasional penyeberangan masih dalam kondisi normal.

“Pergerakan arus balik memang mulai meningkat, namun seluruh sistem layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk berjalan dengan baik. Ini menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Heru, dalam rilis yang duteriam RRI, Jum'at (2/1/2026).

Berdasarkan data penyeberangan H+6, jumlah penumpang dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat 22.963 orang atau turun tipis 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun total kendaraan justru meningkat menjadi 7.698 unit atau naik 8,4 persen.

Kenaikan tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua sebanyak 3.760 unit atau melonjak 18,3 persen. Selain itu, kendaraan truk logistik tercatat 1.452 unit atau meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mencegah kepadatan selama arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Langkah yang kami lakukan antara lain penerapan delaying system di buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi,” ujar Windy.

Dari sisi operasional, ASDP mengoptimalkan pola pengoperasian kapal. Pada kondisi normal dioperasikan 28 kapal, dan jumlah tersebut dapat ditingkatkan hingga 34 kapal saat kondisi padat guna menjaga kelancaran layanan penyeberangan.

“Puncak arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh kesiapsiagaan telah disiapkan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” tutur Windy.

ASDP mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik serta membeli tiket melalui aplikasi Ferizy sejak jauh hari. Pengguna jasa juga diminta memastikan data diri diisi secara lengkap dan akurat.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads