IHSG Anjlok, Istana Pastikan Presiden Tak Marah
Bogor : Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah kabar Presiden Prabowo marah terhadap anjloknya IHSG. Isu muncul setelah IHSG anjlok delapan persen pada perdagangan 28 Januari 2026.
![]() |
| Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada wartawan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026. |
Prasetyo mengatakan, Presiden justru fokus mencari solusi penurunan IHSG. Kepala Negara, lanjut dia, memberi arahan perbaikan dan evaluasi terhadap Bursa Efek Indonesia.
"Enggak ya (tidak marah), kita perlu pahami bahwa apa yang melandasi sampai terjadinya turunnya IHSG kita sangat signifikan. Itulah yang kemudian kita cari jalan keluarnya," kata Prasetyo kepada wartawan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Ia optimistis IHSG akan kembali stabil dalam waktu dekat. Menurutnya, penurunan menjadi momentum perbaikan pasar modal nasional.
Presiden memerintahkan reformasi regulasi pasar modal Indonesia. Langkah itu agar bursa nasional sejajar dengan pasar saham dunia.
"Hari ini bismillah, kita harus optimis, kita harus yakin, kan itu untuk kepentingan kita semua ya. Memperbaiki diri supaya pasar saham kita menjadi lebih terbuka, lebih transparan, kredibel," ujarnya.
Ia menekankan pasar saham harus terbuka transparan dan kredibel. "Harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia," ucapnya.
Menurutnya, kejadian ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Selain itu, lanjut dia, regulasi pasar akan diperbaiki sesuai arahan Presiden Prabowo.
"Kita harapkan dengan kejadian kemarin menjadi momentum untuk kita memperbaiki pasar bursa kita. Kemudia juga regulasi-regulasi kita perbaiki, sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden," ujarnya.
Sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pesan Presiden. Investor diminta tetap tenang menghadapi dinamika pasar.
"Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita. Kami berkomitmen kepada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia,” kata Airlangga.
IHSG anjlok delapan persen yang diikuti oleh penghentian perdagangan sementara (trading halt) pada sesi perdagangan, Rabu 28 Januari 2026. Anjloknya IHSG dipicu oleh laporan awal Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSC menyoroti transparansi pasar saham Indonesia yang dinilai masih kurang, banyaknya praktik 'goreng saham' dan persyaratan free float emiten. Bahkan, Iman Rachman mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT BEI, diikuti empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)(*)
