Mulai 1 Juli 2026 Untuk Registrasi Kartu SIM Gunakan Verifikasi Biometrik Wajah
Jakarta : Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi menerapkan kebijakan registrasi kartu SIM menggunakan verifikasi biometrik wajah untuk seluruh pendaftaran nomor baru mulai 1 Juli 2026.(30/5/26).
Kebijakan tersebut menjadi langkah lanjutan pemerintah dalam memperkuat keamanan identitas digital masyarakat sekaligus menekan penyalahgunaan nomor telepon yang kerap digunakan dalam berbagai tindak kejahatan siber.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa penerapan secara nasional dilakukan setelah melalui masa uji coba selama hampir lima bulan dan menunjukkan hasil yang dinilai memuaskan.
Menurutnya, sistem verifikasi biometrik akan memastikan bahwa setiap nomor yang didaftarkan benar-benar terhubung dengan identitas pemiliknya. Dengan demikian, ruang bagi praktik penggunaan identitas palsu atau penyalahgunaan data dapat diminimalkan.
“Kami melihat implementasi selama masa uji coba berjalan baik dan mendapat respons positif. Karena itu, mulai 1 Juli 2026 registrasi nomor baru dilakukan melalui mekanisme biometrik secara nasional,” ujarnya.
Penerapan teknologi pengenalan wajah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan perlindungan masyarakat dari berbagai modus kejahatan digital, mulai dari penipuan online, phishing, hingga pencurian identitas yang marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Selain aspek keamanan, pemerintah menilai sistem baru ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan telekomunikasi karena proses registrasi menjadi lebih akurat dan terverifikasi.
Data dari Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mencatat sekitar 1,4 juta nomor baru telah didaftarkan menggunakan sistem biometrik sepanjang Januari hingga April 2026. Rata-rata terdapat sekitar 300 ribu registrasi nomor baru setiap bulan yang telah memanfaatkan teknologi tersebut.
Kemkomdigi menyebut operator seluler seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Smart telah menyiapkan infrastruktur yang mendukung pelaksanaan registrasi biometrik secara penuh. Selama masa uji coba, tidak ditemukan kendala berarti maupun gelombang keberatan dari masyarakat yang mengikuti proses verifikasi tersebut.(*)
