Sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Karawang Kesulitan Air Untuk Pertanian, Ini Penyebabnya
Karawang : Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Karawang mencatat sejumlah area persawahan di 64 Desa pada 13 Kecamatan di Kabupaten Karawang mengalami kesulitan air. Hal tersebut diungkapkan Kepala DPKPP Karawang, Rohman melalui Kepala Bidang Sarana Pertanian, Mahmud. Senin,(18/5/2026).
Dikatakan Mahmud, ada 13 kecamatan yang saluran sekundernya rusak dan tersumbat yakni, Cikampek, Kotabaru, Lemahabang, Pangkalan, Jatisari, Ciampel, Karawang Timur, Klari, Majalaya, Purwasari, Tegalwaru, Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur. Sehingga menyebabkan aliran air dari saluran sekunder ke tersier tersedat.
"Ada beberapa aliran sekunder yang memang butuh normalisasi dan perbaikan. Kita juga sudah berkoordinasi dengan BBWS untuk segera dilakukan penanganan terkait saluran tersebut," ungkap Mahmud, Senin,(18/5/2026).
Sementara itu untuk El Nino Godzila, Mahmud menegaskan jjka di Kabupaten Karawang tidak terlalu berdampak. Mengingat, masih ada hujan meskipun ditengah musim kemarau.
Selain itu, tambah Mahmud, area persawahan di Karawang juga ditunjang dengan banyaknya saluran sekunder dan tersier sehingga meminimalisir dampak El Nino Godzila.
"Enggak terlalu. Di kita masih ada hujan dan ditambah juga aliram sekunder dan tersier untuk persawahannya banyak," paparnya.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan lanjutan, pihaknya juga rutin meakukan identifikasi area yang kekeringan untuk meminimalisir dampak dari kekeringan, percepatan tanam juga dilakukan guna meminimalisir puso tanam dan panen.
Bukan hanya itu, DPKPP juga menyediakan mesin pompa untuk petani yang mengalami sulit air.
"kita mendorong petani untuk menggunakan varian padi yang kualitasnya baik dan lebih kuat, super genjah yang dibawah 100 hari masa tanam sampai panen. Kita juga menyediakan pompa untuk dipinjamkan ke petani yang bisa dipinjam melalui UPTD dan Penyuluh setempat," tuturnya.(*)
