Maroko Tak Mau Ada Penyesalan Saat Hadapi Prancis
Karawang : Mohamed Ouahbi memastikan Maroko akan bermain 2.000 persen saat menghadapi Prancis.
![]() |
| Tim nasional sepak bola Maroko saat akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Paraguai di jeda internasional FIFA pada 31 Maret 2026. |
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan timnya tidak terlena dengan pujian atas perjalanan di Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi Prancis dalam laga perempat final yang digelar di Boston Stadium, Amerika Serikat pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022. Prancis memupus harapan Maroko untuk mengukir sejarah pertama kali lolos ke partai puncak turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Performa impresif yang ditunjukkan Maroko pada edisi kali ini menguatkan keyakinan suporter. Mereka meyakini, Achraf Hakimi dan kawan-kawan mampu mengulang sukses lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.
Meski banyak pujian yang diterima, Ouahbi tidak ingin kehilangan fokus. Ia memastikan evaluasi penampilan anak asuhnya baru akan dilakukan setelah turnamen berakhir.
"Kami akan melakukan evaluasi setelah turnamen berakhir. Saya tidak akan mengatakan apa pun sekarang karena kami masih bisa meraih lebih banyak. Kami tidak akan mendengarkan orang-orang yang mengatakan bahwa apa yang kami lakukan sejauh ini sudah luar biasa," kata Ouahbi, dikutip dari NDTV, Kamis (9/7/2026).
Di atas kertas, Prancis lebih diunggulkan melangkah ke semifinal daripada Maroko. Namun, bukan berarti tim berjuluk Atlas Lions menjadi rendah diri. Ouahbi memastikan segala cara akan dilakukan untuk memenangi laga.
"Prancis memang favorit, tetapi kami akan melakukan segala cara untuk menang dan lolos ke semifinal. Saya tidak suka dengan anggapan bahwa kami sudah berhasil sampai di sini dan sisanya hanyalah bonus," tutur pelatih berusia 49 tahun tersebut.
"Bonus yang sebenarnya adalah menjadi juara Piala Dunia. Dengan mentalitas itulah kami bisa melangkah sejauh ini, dan kami ingin melangkah lebih jauh lagi," ia menambahkan.
Satu hal yang menurut Ouahbi penting dilakukan anak asuhnya ialah harus bermain habis-habisan. Jangan sampai ada penyesalan dari mereka setelah pertandingan berakhir.
"Maroko terus berkembang, begitu juga Prancis. Kuncinya adalah memainkan pertandingan tanpa penyesalan. Masih ada hal-hal yang harus kami perbaiki. Kami harus bermain 2.000 persen dan tidak merasa apa yang telah kami lakukan sejauh ini sudah cukup baik," ujarnya.
Dalam persiapan menghadapi Prancis, sayangnya Maroko tidak bisa turun dengan kekuatan maksimal. Mereka dipastikan kehilangan Ismael Saibari yang biasa diplot sebagai ujung tombak.
Ouahbi mengatakan, sang pemain masih mengalami cedera hamstring usai melawan Kanada di babak 16 besar. "Ia belum siap, tetapi saya berharap ini bukan akhir turnamen baginya."
Performa Saibari di Piala Dunia 2026 terbilang impresif. Ia selalu mencetak gol di tiga pertandingan fase grup yang dilakoni Maroko. Ia juga menjadi eksekutor penentu kemenangan saat mengalahkan Belanda melalui adu penalti di babak 32 besar.(*)
