Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Tembok Pagar Sekolah Roboh Timpa Warga, 11 Orang Terluka

Yogyakarta: Sebanyak 11 warga RT 09/RW 02, Perumnas Minomartani, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilarikan ke rumah sakit setelah tertimpa tembok pagar SD Minomartani yang roboh saat kegiatan jalan sehat dan senam pagi, Minggu, 9 Agustus 2026.
Tembok Pagar Sekolah Roboh Timpa Warga, 11 Orang Terluka
Tembok Pagar Sekolah Roboh Timpa Warga, 11 Orang Terluka

Kegiatan tersebut digelar ratusan warga RW 02 Perumnas Minomartani dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah mengikuti jalan sehat, warga kemudian melanjutkan kegiatan dengan senam pagi di lapangan. Saat senam berlangsung, sebagian warga memilih duduk beristirahat di sisi utara lapangan.

Tak lama kemudian, tembok pagar SD Minomartani yang berada di sisi lapangan tiba-tiba roboh. Tembok sepanjang sekitar 35 meter dengan tinggi dua meter tersebut menimpa sejumlah warga yang sedang beristirahat.

Sebanyak 11 warga yang seluruhnya berasal dari RT 09 menjadi korban dalam kejadian tersebut. Beruntung, tidak ada korban yang mengalami luka serius. Para korban hanya mengalami luka ringan dan syok.

Meski demikian, seluruh korban kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan observasi dan perawatan medis.

“Sebagian besar syok karena kelelahan setelah jalan sehat. Kemudian terjadi bencana ini dan warga kaget karena terdengar suara gemuruh. Ada 11 korban dan semuanya dibawa ke tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Hermina, Rumah Sakit Condongcatur, dan Rumah Sakit UAD” ujar Supanto, Ketua Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan RI RW 09 Minomartani, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.

Sebelum kegiatan berlangsung, panitia sebenarnya telah mengingatkan warga agar tidak berada terlalu dekat dengan tembok pagar tersebut. Pasalnya, kondisi tembok diketahui sudah rapuh dan terlihat miring.
Tembok Pagar Sekolah Roboh Timpa Warga, 11 Orang Terluka
Tembok Pagar Sekolah Roboh Timpa Warga, 11 Orang Terluka
Tembok pagar SD Minomartani tersebut diperkirakan telah berdiri sejak sekitar 1985 dan kondisinya telah mengalami penurunan kekuatan.

Panitia mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan menghindari area di sekitar bangunan yang berpotensi roboh, terutama saat kegiatan masyarakat berlangsung.(*)

Hide Ads Show Ads