Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Komisi III DPR Minta Polri Segera Usut Tuntas Kematian Warga Saat Ricuh di Pejompongan

Jakarta: Anggota Komisi III DPR Abdullah mendesak Polri mengusut tuntas kematian BS (59), warga yang meninggal saat kericuhan terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/08/2026) malam.

Anggota Komisi III DPR Abdullah 

Abdullah meminta polisi tak hanya mengejar pelaku kekerasan yang berada di lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut.(1/9/26).

“Informasi itu yang harus dibongkar oleh polisi. Siapa mereka, dari mana mereka datang, siapa yang menggerakkan, apa tujuannya, dan apakah ada yang memberikan perintah? Jangan berhenti hanya pada orang yang melakukan kekerasan di lapangan,” kata Abdullah dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Menurut Abdullah, penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Langkah tersebut dinilai penting agar kasus ini tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan, siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum, tanpa melihat latar belakang ataupun kelompoknya.

“Kalau memang terbukti ada keterlibatan organisasi, tentu harus ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Abdullah mengingatkan, negara tidak boleh membiarkan aksi kekerasan terjadi tanpa penegakan hukum yang tegas.

“Jangan sampai negara dan pemerintah dinilai tidak mampu menjaga ketertiban dan keamanan hingga tugas pokok dan fungsinya seolah-olah digantikan oleh orang-orang yang melakukan kekerasan dengan cara preman,” katanya.

BS, seorang pedagang cermin berusia 59 tahun, meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya di kawasan Pejompongan ketika kericuhan terjadi pada Kamis malam.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan dan Abdullah meminta aparat mengungkap secara terang benderang pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.(*)

Hide Ads Show Ads