*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Banjir Kembali Kepung Kabupaten Bandung, Warga Bilang Ampun Pamarentah !!

Kado pahit di awal tahun harus diterima warga di daerah langganan banjir di Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang Kabupaten Bandung.

Foto : Banjir di Bandung

Akibat hujan deras yang terus mengguyur setiap harinya ditambah jebolnya tanggul sungai Cigede Dayeuhkolot, Kamis (11/1/2024) petang, sedikitnya 2.000 ribu rumah terendam.

Tingginya muka air membuat warga harus mengungsi. Pun demikian dengan warga yang akan bekerja.

Hingga Jumat (12/1/2024) siang, sejumlah ruas jalan menuju kota Bandung, baik jalan raya Muhammad Toha maupun terusan Buah Batu - Bojongsoang masih terendam dan membuat mobilitas kendaraan terganggu. Akibatnya, kemacetan parah pun terpantau dan membuat sibuk pihak Kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas.

Beberapa warga mengakui banjir kali ini tercatat paling besar dan dahsyat dibanding banjir sebelumnya.

" Ini paling besar pak. Datangnya juga tiba-tiba pas mau Maghrib. Seperti Tsunami aja ngaguruh dan ngaguludagna cai," aku Edi (45) warga Citeureup Dayeuhkolot.

Menurut Edi, wilayahnya memang termasuk daerah langganan banjir sejak dulu. Ia pun tidak habis fikir dengan segala upaya yang sudah dilakukan pemerintah, namun banjir tetap saja terjadi.

" Cape pak. Sabaraha kali ganti Presiden, ganti Gubernur dan Bupati, banjir angger wae. Ampun ah pamarentah," kata Edi.

Edi pun tidak kuasa menyebut dampak atau kerugian yang diderita masyarakat akibat banjir rutin ini.

" Rumah dan perabotannya rusak. Belum lagi yang mau kerja atau sekolah terhambat. Bapak kan bisa lihat, banjir juga merendam jalan, macet dimana-mana," ujarnya.

" Nya kahoyong mah aya langkah anu nyata lah ti pamarentah. Pokona warga mah hoyongna teu banjir deui wae kumaha carana. Soalna kalau sore tuh was-was apalagi kalau hujannya besar," pinta Edi.(*)

Komentar0