Angin dan gerimis menghempas wilayah Kecamatan Lemahabang sedari Magrib, Kamis petang (22/2/2024). Akibatnya, jaringan listrik mati seketika hingga pukul 21.00 Wib membuat proses pleno rekapitulasi penghitungan suara tongkat kecamatan di Lemahabang, di pending beberapa jam.
Foto : Proses Rekapitulasi pleno kecamatan Lemahabang Wadas


"Mati lampu sejak magrib. Acara yang rehat, di pending sampai pukul 21.00 Wib. Beruntung listrik kembali nyala dan proses penghitungan setiap TPS yang di lakukan di Kecamatan kembali berlanjut, " Ungkap Ketua PPK Lemahabang, Nurhendi. 

Menurutnya, sejak jaringan listrik mati, ia pastikan semua panitia, termasuk saksi tidak ada di lokasi utama proses penghitungan yang dilakukan dilantai 2 kantor Kecamatan. Semuanya, steril dan dijamin keamanan logistiknya.

"Ya semua di bawah, logistik diatas aman selama mati lampu, kami jamin," Ungkapnya.

Ketua Panwascam Lemahabang, Toha Baihaqi mengungkapkan, pihaknya memastikan proses penghitungan dan pleno tingkat kecamatan, semua diawasi pengawas kecamatan dan juga PKD, termasuk saat mati lampu. Ia memastikan, PKD dan Panwascam berada di lokasi untuk memastikan logistik dan prosesnya tetap terawasi optimal. 

"Pengawas all out setiap prosesnya, hadir selalu Panwas dan PKD. Insha Allah termonitor meskipun mati lampu, " Katanya meyakinkan..(rd)