Pemkab Karawang mengambil langkah dengan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat untuk mengatasi lonjakan harga. Kepala Bidang Pangan, Yayat Rohiyati menyampaikan saat ini ketersediaan jumlah beras di masyarakat mulai mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca.(24/2/24).

Gerakan Pangan Murah Kembali Diadakan untuk Stabilisasi Harga

“Harga beras sedang melambung lalu ketersediaan di masyarakat sudah berkurang karena faktor cuaca, kemarin kita ada kemarau yang panjang akhirnya produksinya agak menurun. Dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jadi pemerintah daerah dan pemerintah pusat berkewajiban menjaga stabilisasi ketersediaan bahan pangan strategis. Salah satu caranya dengan cara mengadakan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar khusus beras,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini disediakan sebanyak 8 ton beras. Beras yang disediakan habis terjual kurang dari 2 jam. Meski begitu per orang hanya dapat membeli sebanyak 10 kilogram. Ia menyatakan selain beras, untuk harga minyak goreng, cabai, gula pasir juga perlahan mengalami kenaikan.

“Sekarang sudah mulai terasa juga seperti minyak goreng, cabai, gula pasir perlahan naik apalagi menjelang puasa. Masyarakat sangat antusias untuk membeli beras, kita menyediakan 8 ton beras dan habis dalam waktu kurang dari 2 jam. Per orang hanya bisa membeli maksimal 10 kilogram,” tambahnya.

Gerakan Pangan Murah ini pun menjual bahan pokok lainnya seperti sayuran, bawang merah dan bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi, gula pasir, minyak goreng. Disediakan minyak goreng sebanyak 200 liter, untuk telur sebanyak 50 kilogram, daging ayam 50 ekor dan daging sapi 50 kilogram. Kemudian untuk gula pasir sebanyak 250 kilogram. Jenis beras yang disediakan sebanyak 3 dengan jumlah berat per jenis berbeda.

“Bahan pokok strategisnya itu beras, sayuran, bawang merah dan bawang putih, daging ayam dan daging sapi, gula pasir, minyak goreng, cabai. Kita hanya menyediakan beras premium 4 ton dan medium 500 kilogram dan beras SPHP 2 ton tapi tadi kita kekurangan jadi akhirnya ditambah, total keseluruhan beras SPHP saja itu 5 ton dan beras medium serta premium sekitar 3 ton. Minyak goreng sekitar 200 liter, telur 50 kilogram, daging sapi 50 kilogram, daging ayam 50 ekor, gula pasir 250 kilogram,” imbuhnya.

Harga untuk minyak goreng curah 13 ribu per satu liter. Selanjutnya untuk minyak goreng kemasan dijual dengan harga 22 ribu per satu liter. Daging ayam dijual seharga 23 ribu per ekor. Setelah melakukan kegiatan di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kegiatan serupa juga akan digelar di Kantor Kecamatan Telukjambe Timur pada Jumat (23/2).

“Minyak goreng curah 13 ribu per liter, minyak kemasan 22 ribu per liter. Harga satu ekor daging ayam 23 ribu. Sementara kita baru ada 5 lokasi, pertama di halaman kantor dinas pertanian dan ketahanan pangan, kedua tanggal 23 Februari di Telukjambe Timur, ketiga Kecamatan Ciampel, terus Cikampek dan tanggal 3 April di sini kembali. Kita ada 50 kali pelaksanaan kegiatan dalam satu tahun, sudah dikurangi 5 kali sisa 45 kali. Sesuai arahan bupati kita akan melihat kondisi lokasi yang akan digelar,” lanjutnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak merasa panik. Selain itu ditegaskan agar tidak kembali berulang kali ke lokasi untuk membeli dalam jumlah banyak.

“Bebas saja selama persediaan masih ada akan kita layani. Himbauannya tidak perlu panik karena ada kesempatan untuk membeli tergantung dengan wilayahnya. Tidak perlu berebut dan saling dorong mendorong, insyallah akan kebagian. Kalau sudah di jatah 10 kilogram untuk satu keluarga jangan sampai bolak balik lagi,” pungkasnya. (*)