Belum di Sentuh Akreditasi Lagi, SMA/SMK Khawatir Pengaruhi Persentase SMPTN
Beberapa sekolah tingkat SMA/SMK yang habis masa akreditasinya tahun ini, belum di sentuh lagi asesor akreditasi lanjutan. Entah karena pandemi Covid_19, atau karena adanya program baru yang menyasar akreditasi khusus bagi sekolah baru. Namun, habisnya masa akreditasi dan belum adanya kriteria hasil asesor baik bobot level A, B dan atau C, dikhawatirkan mempengaruhi volume persentase siswa di satu sekolah yang belum terakreditasi lanjutan rendah masuh perguruan tinggi berstatus negeri.
"Setiap Saringan masuk perguruan tinggi negeri (SPMTN) itu ada persentase yang ditetapkan, misalnya kalau SMA/SMK nya akreditasi A, maka yang bisa tersaring sampai 50 persen jumlah lulusan, kemudian jika B bisa di serap 30 persen dan setersunya. Nah, kalau sekolah akreditasinya habis, kemudian belum di garap lagi, nanti bagaimana SMPTN nya? Jadi jangankan punya poin A,B dan atau C, akreditasinya saja sudah kadaluarsa, " Kata Wakasek SMAN 1 Tempuran, Sunarto S.pd, Jumat (29/10).
SMA Tempuran bersama beberapa SMA lainnya sebut Sunarto, kalau tidak salah habis masa akreditasinya pada akhir Oktober ini, karena sudah 5 tahun terakhir, dirinya belum tahu alasan detail akreditasi lanjutannya, karena konon Dinas masih fokus pada akreditasi sekolah-sekolah baru yang belum tergarap akreditasi sekalipun. Atau juga tambahnya, menunggu kebijakan lain seperti peleburan BSNP dan atau menghilangkannya, sehingga mempengaruhi belum terselenggaranya akreditasi ini.
"Ini mah hanya kekhawatiran saja di SMPTN nanti, karena akreditasi itu berpengaruh pada jumlah persentase siswa yang akan masuk, " Ujarnya.
Kepala KCD Wilayah IV, Ai Nurhasan mengatakan, Di pihaknya sudah ada KPA yang diangkat pemerintah pusat dan sudah ada beberapa pertemuan untuk sosialisasi dan pendampingan akreditasi.
"Adapun teknisnya itu nanti di Kasie Pengawasan, " Katanya.
Sementara itu, Kasie Kepengawasan KCD Wilayah IV Disdik Provinsi Jawa Barat, Wiwin saat di konfirmasi terkait akreditasi bagi sekolah-sekolah yang habis masa akreditasinya dan belum di sentuh garapan asesor akreditasi lanjutan tahun ini, sampai berita ini ditulis yang bersangkutan belum memberikan balasan. (Rd)
