Kuliah Gratis dan Kerja di Jerman, SMK PGRI Telagasari Kerjasama Bareng Habibie Education Youth

Sebanyak 75 siswa/i SMK PGRI Telagasari, di persiapkan ikuti program "Berufscule Und Ausbilding" atau Kuliah gratis dan kerja di Negara Jerman. Ini dilakukan sekolah paska MoU dan Kerjasama bareng Habibie Education Youth dengan menghadirkan langsung CEO Sri Rejeki Magdalena Saragih, atau yang akrab di sapa Nana Saragih dihadapan para orangtua/murid, Rabu (12/01). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan PGRI, Ketua PD PGRI Karawang Nandang Mulyana dan Sesepuh pendidikan SMK PGRI Telagasari, Drs H Cecep Jalaludin

Orangtua/Wali Murid SMK PGRI Telagasari Saat Menyimak Program Habibie Education Youth Bersama CEO Nana Saragih


H Yan Yan Sopyan, Kepala SMK PGRI Telagasari mengatakan, hari ini para orang tua/wali murid dan stakeholder  SMK di kumpulkan untuk tahu lebih banyak soal program kuliah gratis dan kerja di Jerman tahun ini. Karena, pihak sekolah akan membantu 75 siswa yang di persiapkan untuk di fasilitasi syarat dan ketentuannya berkat kerjasama dengan Habibie Education Youth. Ini sebut Yanyan, akan berjalan dan diharapkan anak-anak yang akan di delegasikan dalam program ini adalah bukan anak cengeng dan tidak bermental baik.

"Program ini yang kita siapkan baru 75 siswa, kedepan kita lihat lagi progresnya. Yang jelas kita sudah MoU dan kerjasama untuk suksesi program Kuliah gratis dan kerja di Jerman ini, " Katanya.

Ia menambahkan, program kuliah, magang maupun kerja di luar negeri bukan saja kali ini dilakukan SMK PGRI Telagasari. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya, pihak sekolah juga memberangkatkan 11 siswa ke Tiongkok untuk magang dan kerja di PT Wuiling, 33 siswa kuliah dan magang di Taiwan yang 7 diantaranya sudah lulus menempuh pendidikan, kemudian tambahnya 20 lebih siswa di Malaysia, 20 siswa program magang di Jepang. 
Karenanya, hari ini, pihaknya coba lagi hal baru dengan bantuan dan upaya pihak sekolah, yayasan maupun PGRI bisa kembali kita mulai merambah ke Eropa.

"Saya sampaikan bahwa akhir Desember kemarin, saya di undang ke Makassar bukan sebagai peserta, tapi sebagai penerima sekolah Best Praktice program sekolah keunggulan terbaik di Indonesia yang insha Allah membawa sekolah ini semakin maju dan berkembang berkat  karena tim besar para guru SMK PGRI Telagasari di 5 kompetisi keahlian, " Tandasnya. 

Ir Sri Rejeki Magdalena Saragih, CEO Habibie Education Youth mengatakan, kuliah gratis dan kerja di Jerman ini sudah dilakukannya mulai tahun 2019 dan sudah mengirim siswa ribuan ke sana untuk kuliah gratis maupun kerja. Sebab, Jerman ini merupakan negara yang tidak membisniskan edukasi dan menjadi kiblat indutri dunia. di Habibie Education Youth ini, selain Belajar Bahasa juga ada Builder Caracter,  yaitu ada 10 sekolah kepribadian seperti Pengembangan Public speaking, enterpreneur, ESQ, Table Maner (Cara Makan yang benar), Psikotest dan pembagian jurusan. 
Ditambahkan wanita yang sudah keliling 38 negara ini, agar para orangtua siswa jangan menyia-nyiakan kesempatan dan peluang. Karena, ia yakinkan untuk menyiapkan 250 siswa berangkat ke Jerman tahun ini, sebab April nanti para siswa kelas XII ini lulus dan dirinya ajak agar para siswa bisa memproduksi masa depanmu sendiri.

"Zaman dulu, tidak punya peluang kuliah di Luar Negeri, kemudian bergeser bangga masuk Negeri, tapi karena dunia sudah dalam genggaman, maka ayo produksi masa depanmu sendiri, jangan takut. Sebab Jerman ini adalah satu-satunya negara yang tidak membisniskan pendidikan juga Nomor 4 Dunia dengan tingkat kelahiran terendah, sehingga peluangnya sangat besar, " Ungkap Wanita yang di juluki Wanita Perkapalan Jebolan Australia Tahun 2000 ini. (Rd)

0 Komentar

X
X