×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tolak Usul Provinsi Sunda, Ridwan Kamil: Yang Ingin Kami Perjuangkan itu Pemekaran Kota Jabar

6 Feb 2022 | Minggu, Februari 06, 2022 WIB Last Updated 2022-02-06T16:23:46Z

Belum lama ini Gerakan Pilihan Sunda dan Lembaga Adat Galuh Pakuan memberikan usul kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembentukan Provinsi Sunda.

Ridwan Kamil

Namun, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun segera tanggap memberikan penolakan adanya usulan tersebut.

Menurut Ridwan, demi peningkatan dana fiskal dari pusat ke Jawa Barat yang sejauh ini dianggap masih minim, lebih baik Pemprov Jawa Barat mengajukan pemekaran kabupaten/kota.

“Yang ingin lebih kami perjuangkan adalah pemekaran kota/kabupaten di Jabar yang jumlahnya terlalu sedikit, sehingga terjadi ketidakadilan fiskal dalam dana bagi hasil dari pusat ke daerah,” kata Ridwan Kamil, dilansir CNNIndonesia, pada Minggu 6 Februari 2022.

Diketahui sebelumnya, Maklumat Sunda 2022 yang diprakarsai oleh Gerakan Pilihan Sunda dan Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan mengusulkan penggabungan Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten menjadi Provinsi Sunda.

Meski demikian, para tokoh Sunda sepakat untuk menolak saat pertemuan yang digelar di Aula Pasca Sarjana Unpas.

“Terkait deklarasi itu, para inohong, juga ketua organisasi masyarakat tidak menyetujui penggabungan tiga provinsi menjadi Provinsi Sunda,” ujar Ridwal Kamil yang juga akrab disapa Kang Emil.

Tak hanya itu, para pemimpin Sunda juga menentang organisasi-organisasi yang berusaha memecah-belah negara atas nama Islam.

Emil pun secara total mendukung Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam upaya memerangi komplotan tersebut.

“Kami sangat menentang kelompok yang mengatasnamakan Islam dengan tujuan memecah belah, seperti ada deklarasi NII di Garut.” lanjut Emil.

Emil juga menyatakan bahwa para pemimpin Sunda akan mengadakan forum, yang tidak boleh diabaikan.

Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas kecaman Arteria Dahlan, anggota DPR dari kelompok PDIP, yang melarang anggota kejaksaan berbicara bahasa Sunda dalam rapat.

“Seperti kejadian baru-baru ini dari salah seorang anggota DPR terkait dengan kesundaan, gairah dari tokoh-tokoh Sunda saat ini sedang semangat sekali untuk bersatu, menyamakan irama dan suara, sehingga insya Allah, nanti akan lahir organisasi forum komunikasi supaya isu-isu kesundaan cukup keluar dari satu pintu,” ucapnya.(***)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS