*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Polres Karawang Ungkap Kasus Cinta Segitiga Berujung Maut

Polres Karawang ringkus pasangan suami istri (pasutri) pelaku pembunuh di pembunuhan yang mayatnya ditemukan di pinggir irigasi di Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (4/2/2023). 
Foto : Kapolres Karawang Saat Ungkap Kasus Cinta Segitiga Berujung Maut


Tersangka S (42) Dusun Sekar Alas Gula Asem, Kelurahan Sekar Alas, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. DSU (38) Negeri Ratu, Kel/Desa Negeri Ratu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. 

"Kita tangkap pasutri di daerah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Berdasarakan hasil penyelidikan kemudian berhasil identifikasi. Potensi tersangka yang memiliki motif pembunuhan terhadap korban. Dua tersangka yang kita tangkap yang merupakan pasutri," Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono kepada wartawan, pada Rabu (8/2/2023).

Manurut Wirdhanto, dari hasil pemeriksaan motif sakit hati (cinta segi empat). DSU merasa sakit hati korban memiliki wanita lain. Kemudian dia menceritakan kepada suaminya yang saat ini pisah ranjang. Masno rasa sakit hati juga hambatan hubungan dengan istrinya. 

"Komulasi sakit hati melakukan perencanaan untuk menghabisi nyawa korban SH. Untuk lokasi TKP berada di rumah DSU di Tanggerang, dengan memancing korban ke rumahnya. Sampai disana tersangka S masuk dan membawa batu dan tali," jelasnya. 

Lanjut Wirdhanto, saat korban sedang bersantai itu terjadi hantaman batu di kepalanya dan jeratan. Namun korban tidak mati karena keterangan tersangka. Kemudian korban dibawa ke Karawang ketika di lokasi kejadian, tersangka kembali menjerat karena saat ini masih hidup hingga korban mati.

"Setelah korban tewas, kedua tersangka memasuki tol dan mengarah ke Sragen Jawa Tengah. Tim gabungan polsek dan polres mengaman pelaku saat santap malam. Tali menjerat, batu ini di buang tersangka di daerah Brebes dna mobil Datsun," ungkapnya. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dikenai pasal pembunuh berencana 340 jo 338 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal 28 tahun. 

Berita sebelumnya, mayat pria misterius berbusana serba hitam buat heboh masyarakat Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek pada Minggu (29/1). 

Kepolisan Sektor (Kapolsek) Cikampek, Kompol Ahmad Mulyana, mengatakan penemuan mayat pria tanpa identitas di aliran irigasi tarum timur. “Tadi kami menerima informasi penemuan mayat sekitar 12.30 WIB oleh penggembala domba,” kata Mulyana. (rd).

Komentar0