*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Ada 80 Kegiatan Industri Baru di Kawasan Rebana dan Jabar Selatan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Nining Yulitistiani mengatakan akan ada 80 kegiatan industri baru di kawasan Rebana Metropolitan dan Jabar Selatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Nining Yulitistiani

Menurut Nining, saat ini sedang dipersiapkan ketersediaan air bersih dengan memanfaatkan Waduk Jatigede.

 

"Waduk Jatigede di Sumedang akan mendukung ketersediaan air di kawasan Rebana Subang, Indramayu, dan Cirebon. Ini sudah masuk dalam rencana. Kami optimis secara bertahap akan terealisasi dengan dukungan pusat dan daerah," kata Nining Yulistiani seusai pembukaan Forum Investasi Jabar Semester 1 Tahun 2023 di Kota Bandung, Selasa.

Nining menambahkan pula terkait perizinan investasi di Jabar ke depan akan semakin dipermudah dengan memanfaatkan perizinan secara digital.

Dia mengatakan salah satu tujuan dilaksanakannya acara Forum Investasi Jawa Barat 2023 adalah mendorong adanya hilirisasi investasi di provinsi itu.

"Ajang Forum Investasi Jawa Barat, bertujuan untuk mendorong adanya hilirisasi investasi di Jawa Barat, tercapainya kemitraan antara pelaku usaha besar dengan IKM di Jawa Barat, serta dimulainya penyusunan Investment Project Ready to Offer di Jawa Barat," kata Nining Yulitistiani.

Nining mengatakan Forum Investasi Jawa Barat, merupakan wadah komunikasi antara pemerintah dengan para pelaku usaha di Jawa Barat.

Dia mengatakan realisasi investasi di Jawa Barat pada tahun 2022 mencapai Rp174,6 triliun, melewati target dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar 103,14 persen dan target Renstra sebesar 166,26 persen.

Angka tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp93,77 triliun dan PMDN sebesar Rp80,81 triliun sementara itu target realisasi investasi tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp188,03 triliun.

“Tahun ini kita optimistis mencapai target yang diberikan BKPM, karena pada 2022 saja kita sudah mencapai Rp174,6 triliun, ini melebihi target yang diberikan,” ujarnya.

Adapun empat besar tingkat kabupaten dan kota di Jawa Barat yang menjadi target investasi terbanyak di tahun 2023 adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan Kabupaten Purwakarta.

Sementara itu, kemudahan mengurus perizinan, ketersediaan infrastruktur dan SDM serta insentif pajak membuat Provinsi Jawa Barat masih akan menjadi tujuan investasi di tahun 2023.

Trisma, pengusaha bidang makanan dan minuman di Jababeka mengungkap sangat menikmati proses investasi di Jabar.

Perusahaannya yang bergerak pada produksi biskuit bermerek itu sudah beberapa kali mengurus izin investasi di Jabar dan mudah dilakukan.

"Dalam tiga tahun ini cukup sering mengajukan izin investasi, utamanya izin untuk penambahan kapasitas produksi," kata Trisma.

Ia juga mendapatkan insentif pajak dari pemerintah untuk menambah 15 mesin produksi, bebas bea masuk, juga memperoleh kebijakan tax holiday.

Perusahaannya sudah mengekspor biskuit ke 40 negara dan menjadi yang terbesar di Indonesia. Hal itu menurutnya berkat kemudahan investasi perluasan kapasitas produksi pabriknya.

"Ada tiga kemudahan yang kami harap terus ditingkatkan di Jabar, yakni kemudahan mendapatkan SDM berkualitas yang menguasai industri 4.0, perizinan, dan bahan baku. Di Cikarang banyak pekerja yang lulusan SMK," ungkapnya.

Bahan baku menjadi poin penting karena sekitar 80 persennya merupakan bahan baku lokal, sayangnya banyak dipasok dari luar Jabar. Upaya menggandeng UKM sebagai pemasok bahan baku, seperti cokelat, garam, gula, dan bahan biskuit lainnya masih terkendala kualitas.

Selain itu, perlu dukungan pembiayaan bagi UKM agar siap menerima pesanan dalam jumlah besar, yang tentunya juga memerlukan modal besar.

Perwakilan Himpunan Kawasan Industri Jabar Fahmi menambahkan, Jawa Barat masih terbaik bagi investasi terutama investasi luar negeri.(Ant)