Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti mengatakan kurangnya pemahaman masyarakat dan kurangnya informasi yang memadai tentang penggunaan obat dapat berakibat fatal, Oleh karena itu, perlu ada strategi edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar cermat dalam penggunaan obat.(15/8/23).




Foto : Krisdayanti
Hal tersebut disampaikan Krisdayanti saat sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur."Kegiatan ini merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar,” kata Krisdayanti (15/8/23).

Anggota dari Fraksi PDI-Perjuangan berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi maka masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dan cermat dalam mengkonsumsi obat-obatan ketika diperlukan. Oleh karena obat sekarang lebih berbahaya jika ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab melabeli kembali obat yang kadaluarsa.


"Saya ingin warga sesuai dengan program komisi IX DPR RI yang saya bawa, kita selalu turun ke masyarakat bersama BPOM terkait dengan pengawasan obat dan mengedukasi bagaimana cara mereka memilih dan mengkonsumsi obat,” harap Krisdayanti.


Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan heran dengan fenomena ratusan warga di satu perkampungan Karawang, Jawa Barat, kecanduan obat keras Tramadol dan Hexmeyer. Ratusan warga yang terdiri atas anak-anak, remaja, hingga lansia yang kecanduan Tramadol itu berada di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Kecanduan tramadol, coba saya cek ininya seperti apa, nanti saya cek. Harusnya kalau sampai kecaduan itu butuh resep dokter. Jadi agak heran kenapa bisa terjadi seperti itu?" kata Budi di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 14 Agustus 2023.

Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya bakal menyelidiki lebih dahulu soal penyebab kecanduan tersebut. Ia mengaku baru mendengar hal ini dan membutuhkan informasi lebih lanjut.

Sebelumnya, sebanyak 114 warga di Desa Mulyajaya diketahui kecanduan Tramadol dan Hexmeyer. Mereka mendapatkan obat keras tersebut dari dua warga setempat berinisial R dan W secara gratis.

Kepala Desa Mulyajaya, Endang, menyebut kedua pelaku menyebut obat yang dibagikan merupakan obat penambah stamina dan bisa meredakan penyakit lemas untuk lansia. Tramadol juga dibagikan kepada anak-anak dengan iming-iming agar mereka tak mudah mengantuk dan fokus belajar.

Endang menyebut warganya sudah mengonsumsi Tramadol sejak sebulan terakhir. Kini mereka sedang diperiksa kesehatannya oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu, Pelaku R dan W kini sudah ditangkap pihak kepolisian. Dari tangan keduanya, polisi menyita 3.560 butir Tramadol dan Hexymer.(afr/rdn/red).