Jembatan Suramadu alias Surabaya Madura telah menjadi salah satu ikon kebanggaan bagi Jawa Timur, jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang 5.438 meter.

Foto : Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian. Tiga bagian itu yakni jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge) dan jembatan utama (main bridge).

Suramadu memiliki empat lajur. Jembatan ini resmi menjadi jalan non-tol yang gratis sejak 2018 akhir. Sebelumnya, Suramadu memasang tarif untuk pengendara yang lewat.

Ground Breaking pembangunan Jembatan Suramadu dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003. Butuh waktu 6 tahun untuk menyelesaikan jembatan tersebut.

Jembatan Suramadu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura.

Pembangunan yang dimaksud meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura. Di mana relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Provinsi Jawa Timur.

Jembatan Suramadu pertama kali dicetuskan seorang insinyur sipil bernama Prof Dr Sedyatmo tahun 1960-an. Ia merancang desain Jembatan Suramadu.

Tak hanya merancang desain Jembatan Suramadu, Sedyatmo juga menjadi tokoh di balik fondasi ceker ayam yang terkenal di berbagai negara. Namun di tahun 1984, ia meninggal.

Kemudian B J Habibie ditunjuk untuk melakukan pembangunan Jembatan Suramadu. Riset pun dilakukan. Namun karena krisis moneter, pembangunan tak dapat dilakukan.(red/Kus)